Saatnya Tinggalkan Aktivitas Buruk Ini di Internet - Male Indonesia
Saatnya Tinggalkan Aktivitas Buruk Ini di Internet
MALE ID | Digital Life

Internet sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern saat ini. Berselancar di internet bahkan bisa dilakukan mulai dari Anda bangun tidur hingga malam saat hendak beristirahat kembali, dan semuanya tanpa berpikir dua kali.

Photo by Pixabay from Pexels

Meski demikian, ada beberapa hal yang seharusnya dihentikan saat berseluncur di dunia maya itu. Mantan direktur Divisi Urusan Konsumen New Jersey dan pendiri CyberScout Adam Levine mengatakan, setiap orang harus lebih memperhatikan keamanan saat berlayar di dunia maya.

"Kita semua memiliki pekerjaan harian, tetapi bagi seorang hacker, kita adalah pekerjaan harian mereka,” kata Adam Levin seeprti dilansir laman Marketwatch.

Mengulang Kata Sandi
Studi demi studi menunjukkan bahwa mayoritas orang menggunakan kembali kata sandi di seluruh situs. Ini memungkinkan peretas yang mengungkap kata sandi Anda dalam pelanggaran data satu situs dengan mudah menggunakannya di tempat lain.

Untuk membuat kata sandi yang solid, Levin menyarankan untuk memilih frasa yang akan sulit bagi orang lain untuk menebak dan mengubah karakter kunci semisal membuat "o" menjadi nol atau mengubah angka 1 menjadi tanda seru.

Mengizinkan Semua Otorisasi yang Diminta Aplikasi
Banyak aplikasi yang meminta akses ke aspek tertentu dari data ponsel ketika Anda mengunduhnya. Direktur Pusat Penelitian Cybersecurity di New Jersey Institute of Technology Kurt Rohloff mengungkapkan, ada beberaap aplikasi yang memiliki niat kurang transparan saat mengumpulkan data Anda.

Dia mengatakan, data Anda mungkin digunakan hanya untuk tujuan pemasaran, tetapi kecuali Anda telah menyelami siapa yang membuat semua aplikasi Anda, lebih baik berhati-hati. Aplikasi harus memiliki informasi minimum yang mereka butuhkan untuk menyediakan layanan.

Berbagi Berlebihan pada Aplikasi
Anda mungkin tahu perangkap mengunggah identitas pribadi saat diminta mengisi identitas dalam sebuah aplikasi. Levin mengatakan, setiap informasi identitas pribadi yang diungkapkan apabila jatuh ke tangan yang salah dapat menyulitkan Anda.

Dia mengatakan, Anda tidak perlu mengisi secara lengkap informasi data diri yang diminta. Dia mengatakan, Anda cukup mengisi informasi yang diperlukan.

Terlalu Percaya pada Penampilan
Email penipuan tidak selalu lengkap dengan kesalahan ketik dan gambar dari tahun 1997 untuk memberi tahu Anda. Bahkan, kata Jacobson, dia baru-baru ini menerima email dari seorang hacker yang menyamar agak meyakinkan sebagai bosnya, meminta uang. 

Pesan-pesan ini juga dapat memanen informasi akun Anda atau menginstal perangkat lunak berbahaya di komputer Anda. "Selalu pastikan secara independen siapa perusahaan itu atau siapa orang itu melalui sumber lain," kata Levin.

Itu mungkin melibatkan memanggil pengirim yang seharusnya untuk mengkonfirmasi permintaan. Pastikan untuk menggunakan nomor yang Anda tahu aman, misalnya nomor yang Anda temukan di situs web bank Anda dan bukan mengklik melalui email. *** (SS)

SHARE