Era Musik Digital dari Kaca Mata Lacuna Coil - Male Indonesia
Era Musik Digital dari Kaca Mata Lacuna Coil
MALE ID | News

Perkembangan teknologi memang menyentuh semua sektor, tak terkecuali dunia musik. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, masyarakat sudah bisa mendengarkan lagu-lagu dari band kesayangannya hanya melalui layanan streaming di gadget mereka.

Photo: MarkusFelix/Wikipedia

Hal itu pun dinilai sangat memberikan dampak atau pengaruh terhadap industri musik, dan bahkan tidak sedikit pihak yang menyalahgunakannya. Kenyataan tersebut ternyata cukup mengganggu pikiran Cristina Scabbia, vokalis band gothic metal/alternative metal asal Italia, Lacuna Coil.

Kepada Capital Chaos, wanita cantik yang berdandan seram ini membandingkan perbedaan bagaimana musik diperlakukan. Pada saat ini, melalui streaming, musik sudah bisa dinikmati pendengar, dan hal ini jauh berbeda dengan ketika Scabbia kali pertama membentuk Lacuna Coil bersama rekan-rekannya 25 tahun yang lalu.

"Ya, segalanya pasti berubah. Kembali mundur, ketika kami awal mendirikan band, tentu saja, ini semua tentang rilisan fisik, ini semua tentang menunggu dengan khusyuk di toko kaset untuk rilisan album. Anda benar-benar menanti untuk hari perilisan tersebut," ucap Scabbia kepada Capital Chaos.

"Dan sekarang, semuanya bisa hanya melalui streaming. Di situ terdapat beberapa oknum (pembajak) yang mengeluarkan album dan lagu tanpa sedikit pun rasa hormat kepada sang seniman. Sepertinya itu bukan apa-apa, sementara setiap lagu, setiap rekaman memegang peranan seni dan hati sang seniman," lanjutnya memaparkan.

"Di situ, hanya terdapat sedikit sekali rasa hormat kepada musik, yang agak menyedihkan, bagi mereka yang tidak memahaminya," tambah Cristina Scabbia.

Kendati demikian, Scabbia mengakui bahwa tidak ada yang bisa melawan ketika musik diunggah di dunia maya secara ilegal. "Saya hanya berharap ada lebih banyak rasa hormat terhadap musik, itu saja," tegasnya.

Scabbia pun mengakui bahwa hal itu memang sangat sulit sejak awal. Ia ingat banyak orang, ketika dirinya memberitahu mereka bahwa ia adalah seorang musisi. 

"Saya seorang vokalis dalam sebuah band, mereka mengucapkan, 'Ya, tapi apa pekerjaan Anda yang sebenarnya?' Dan saya menjawab, 'Ya, inilah pekerjaan saya. Saya kenyataannya tur keliling dunia. Kami hidup melalui musik kami'," jelas Scabbia.

"Namun, beberapa orang masih memiliki mentalitas bahwa musik dan tur hanyalah sebuah hobi. Dan bagi sebagian besar dari kami para seniman, tidak -- inilah (musik) hidup kami. Jadi, saya berharap semua orang akan memahaminya," terang Scabbia. *** (SS)

SHARE