Cara Lupakan Mantan yang Bertemu Tiap Hari - Male Indonesia
Cara Lupakan Mantan yang Bertemu Tiap Hari
MALE ID | Relationships

Ketika memulai hubungan dengan teman kerja, mungkin Anda akan berpikir bisa memasuki masa hubungan jangka panjang. Namun, ternyata takdir berkata lain. Anda justru harus putus di tengah jalan karena beberapa hal. Dan yang tidak terikirkan lagi, Anda harus bertemu setiap hari.

mantan
Photo by Mr.Autthaporn Pradidpong on Unsplash

Anda sudah tahu bahwa berpacaran dengan rekan kerja sekelas mungkin bukan ide bagus. Urusan hati memang menyenangkan, tetapi jika Anda harus bertemu dengannya setiap hari setelah putus, Anda membutuhkan strategi untuk mengatasi situasi canggung itu.

1. Buat Diri Anda Lebih Sibuk
Jika Anda tidak kuat hati karena harus melihat mantan kekasih setiap hari di kantor, maka sibukanlah diri Anda dengan berbagai pekerjaan yang membuat Anda bisa mengurangi interaksi dengan sang mantan selama di kantor. Lakukan apapun yang membuat Anda tampak sibuk di kantor.

2. Sabar
Bisa jadi, mantan kekasih masih belum dewasa seperti Anda. Mungkin mantan kekasih Anda tak menganggap hubungannya dengan Anda serius. Jika sudah begini, satu-satunya jalan yang bisa Anda tempuh hanyalah bersabar.

3. Ambil Cuti Singkat
Manfaatkan cuti tahunan untuk berlibur keluar kota. Melihat sesuatu yang baru dan berlibur dengan rekan-rekan Anda akan membuat pikiran dan tubuh Anda lebih fresh.

4. Selesaikan Semua Urusan dengannya
Setelah putus, pastikan bahwa Anda dan mantan tidak memiliki masalah yang menggantung. Sebab masalah yang belum terselesaikan dapat membawa Anda dan dia pada situasi canggung.

Ajak mantan berbicara secara empat mata, lalu selesaikan masalah yang menggantung tersebut. Perbaiki hubungan agar dapat bekerja sama di kantor dengan baik, seperti dulu saat sebelum pacaran. Dengan begitu, masalah pekerjaan dan kehidupan pribadi kalian dapat terselesaikan dengan baik.

5. Ciptakan Perpindahan dengan Mengambil Tindakan
Mungkin ini adalah tindakan paling praktis. Akan tetapi, sebagian orang terikat dengan pekerjaan mereka, tidak bisa pindah tempat tinggal begitu saja. Jadi, ciptakan “kepindahan” artifisial untuk mengambil jarak.

Ambil arah lain setibanya di lingkungan kerja. Hindari rutinitasnya supaya tidak berselisih jalan. Kemudian, Anda juga bisa melakukan apa yang harus dilakukan untuk menciptakan ruang antara Anda dengan dia. 

Ini akan memberi kesan kemajuan dalam penyesuaian situasi.Jangan menunggu dia menjauh dari Anda. Anda harus mengambil jarak darinya, jadi lakukan secepat mungkin. *** (SS)

SHARE