Tradisi dan Mitos Saat Perayaan Halloween Datang - Male Indonesia
Tradisi dan Mitos Saat Perayaan Halloween Datang
MALE ID | Story

Setiap 31 Oktober, orang-orang Barat umumnya merayakan satu hari yang berkaitan dengan hal-hal berbau horor. Hari tersebut dinamakan Halloween. Di Indonesia sendiri, perayaan Halloween identik dengan pesta kostum, mengadaptasi perayaan Halloween di negara-negara barat yang lebih populer. 

Photo by freestocks.org from Pexels

Menurut Sejarawan yang meneliti khusus tentang asal-usul Halloween, Nicholas Rogers. Dia menuturkan bahwa Halloween berasal dari pesta Romawi yang tujuannya untuk menghormati dewi Pomona, dewi buah-buahan dan biji-bijian.

Perayaan Halloween sering juga dikaitkan dengan festival “Samhain” dari bangsa Celtic. Kata Samhain sendiri diambil dari bahasa Irlandia Lama yang memiliki makna “akhir musim panas”, sebagai tanda berakhirnya musim panen dan akan datangnya musim dingin.

Pada tradisi bangsa Irlandia, seseorang pergi sebelum malam datang tujunnya untuk mengumpulkan makanan di pesta Samhain serta tidak jarang juga mengenakan kostum saat melakukannya. Seriign berjalannya waktu, perayaan Halloween pun mulai terus mengalami pergantian. Hingga akhirnya Halloween diidentikan dengan setan, penyihir, hantu goblin serta makhluk-makhluk menyeramkan lainya dari kebudayaan Barat.

Sampai sekarang saat Halloween datang, orang-orang cenderung berdandan menyeramkan dengan kostum hantu lokal atau dunia, goblin, zombie, hingga badut. Lalu, tradisi dan mitos apa saja yang umum dilakukan selama Halloween? Berikut empat di antaranya, seperti dikutip dari Mentalfloss.

Meramal Masa Depan
Permainan ini adalah ritual yang merupakan bagian dari festival Romawi untuk menghormati Pomona, dewi pertanian dan kelimpahan: Festival Pomona.

Intinya adalah pria dan wanita muda dapat meramalkan hubungan masa depan mereka berdasarkan permainan ini. Ketika Romawi menaklukkan Kepulauan Inggris, Festival Pomona digelar sebelum Halloween lahir.

Kucing Hitam
Hubungan antara kucing hitam dan kengerian sebenarnya berasal dari Abad Pertengahan, ketika hewan-hewan ini sebagai simbol penjelmaan iblis atau peliharaan penyihir. Kini, orang-orang bahkan masih percaya bahwa kucing-kucing hitam itu tetap berkaitan dengan hal gaib.

Melihat Hantu
Setelah Halloween, Bangsa Celtic menggelar festival Samhain. Selama festival, yang menandai transisi ke tahun baru pada akhir panen dan awal musim dingin, mereka percaya bahwa arwah keluarga yang meninggal akan berjalan-jalan di muka Bumi.

Kemudian, mereka melakukan All Souls Day pada 2 November yang dibimbing oleh pendeta Kristen untuk memasukkan roh-roh tersebut ke tubuh keluarga yang masih hidup (sukarelawan).

Kemunculan Kelelawar
Cerita rakyat Abad Pertengahan berkembang pada konotasi seram tentang kelelawar. Sejumlah takhayul yang beredar di Bangsa Celtic menyebut binatang nokturnal ini merupakan pertanda kematian. *** (SS)

SHARE