Cerita Erotis di Balik Kenikmatan Tiramisu - Male Indonesia
Cerita Erotis di Balik Kenikmatan Tiramisu
MALE ID | Story

Setiap orang di dunia ini tentu pernah mencicipi kenikmatan kue tiramisu, namun bila ditanya perihal sejarah tiramisu hanya sedikit dari mereka mengetahuinya. Di negaranya, Italia, kudapan ini menjadi makanan aphrodisiac dan memiliki cerita berbau erotis.sejarah tiramisu Photo by jwlez on Unsplash

Sejarah tiramisu dimulai pada abad ke-17, ketika seorang asal Yunani membuat cake yang dilapisi biskuit renyah berbalut krim, keju mascarpone serta campuran bubuk kopi. Sehingga menghasilkan rasa lembut di lidah orang yang memakannya. Ia memperkenalkannya ke masyarakat dan memberinya nama tuscan triffle, sesuai lokasi kelahiran kue tersebut, Tuscany, Siena.

Singkat cerita, kue ini dibawa ke sebuah rumah bordil di Treviso, kota di sisi utara Italia. Treviso terkenal akan aktivitas para warganya yang suka mencari kesenangan serta kehidupan seksual. Di kota inilah sejarah tiramisu mulai dikenal masyarakat. Dimana nama tuscan triffle berubah menjadi tiramisu, yang secara harfiah berarti ‘tarik saya’.

Selama berabad-abad, setiap orang di Treviso selalu menyantap tiramisu untuk membangkitkan gairah mereka sebelum dan setelah berhubungan seks. Dengan banyaknya penjualan tiramisu, berkembang pula bisnis prostitusi walaupun rumah bordil pertama di kota tersebut telah ditutup pemerintah. Tidak heran bila Treviso menjadi simbol kebahagiaan dan rumah bagi kepuasan seks di Italia.

Perlu diketahui, resep asli tiramisu yang berasal dari rumah bordil memiliki sedikit perbedaan bila dibandingkan tiramisu pada umumnya. Bahkan namanya terdengar asing di telinga orang, sbatudin. Nama sbatudin berarti ‘goyangkan dan tembak saya’. Merupakan hidangan berenergi yang begitu lezat, terbuat dari kuning telur dan gula yang diaduk bersama.

Menurut legenda perkotaan, dahulu kala tiramisu dimanfaatkan oleh para pekerja seks di sana untuk memuaskan pelanggan yang datang. Mereka beranggapan, bahwa mengonsumsi kue tersebut meningkatkan hasrat seksual secara drastis.

Ketika pemerintah menutup semua rumah bordil di Treviso, warisan resep tiramisu dilestarikan oleh seorang wanita yang sedang mengandung. Ia melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki dan mencoba tiramisu. Berdasarkan penuturannya, kondisi tubuh berangsur-angsur pulih setelah melewati masa persalinan.

Ia lalu bekerja sama dengan seorang juru masak demi menyempurnakan resep yang ia ciptakan. Sebelum akhirnya ia membuat restoran sendiri dan menyajikan tiramisu kepada siapa saja yang belum pernah mengunjungi rumah bordil. Kedai ini bernama Le Beccherie, terletak di pusat kota.

Saat ini, seluruh dunia mengenal Treviso sebagai kampung halaman tiramisu, kudapan penumbuh hasrat seks. Bila Anda berkunjung ke sana, Anda akan mendapati tur erotis sebagai salah satu wisata di kota ini. Tur erotis meliputi kunjungan ke Red Shadows, sebuah rumah bordil tua beserta tempat-tempat bersejarah lainnya yang pernah difungsikan sebagai tempat prostitusi. Apakah Anda merasakan ‘sensasi unik’ setelah menyantap tiramisu? Prove it yourself.**GP

SHARE