Hustlers, Aksi Striptis Peloroti Konglomerat - Male Indonesia
REVIEW FILM
Hustlers, Aksi Striptis Peloroti Konglomerat
MALE ID | Review

Film Hustlers adalah sebuah film drama kejahatan Amerika yang berangkat dari kisah nyata karya Jessica Pressler di New York Magazine tahun 2015 dengan judul "The Hustlers at Scores". Artikel itu berkisah tentang “Robin Hood” modern yang mencuri uang dari para pria kaya.

STX Films kemudian mengangkat artikel itu menjadi sebuah film berjudul “Hustlers”. Naskahnya ditulis dan disutradarai oleh Lorene Scafaria. Di deretetan cast-nya sendiri, “Hustlers” menghadirkan Jennifer Lopez, Constance Wu, Lili Reinhart, Julia Stiles, Keke Palmer, Cardi B, Trace Lysette, dan Mette Towley.

Hustlers sendiri melakukan World Premierenya di Toronto International Film Festival, 7 September 2019 kemudian dirilis di Amerika pada 13 September. Dan di Indonesia sudah dirilis sejak pekan ke tiga Oktober 2019. 

Ringkasan
Mengenakan setelan bikini bahkan ada yang belum mengenakan pakaian, film Hustlers dibuka dengan ricuhnya kamar ganti para wanita penari Striptis di sebuah strip club pada tahun 2007. Salah satunya penari stripstis baru bernama Destiny (Constance Wu).

Setelah waktunya tiba, mereka keluar dan diperkenalkan oleh MC sekaligus resident DJ kelab malam itu. Para penari striptis kemudian mulai aksinya, bagi penari tingkat mahir akan menari ditiang yang telah disiapkan, dan bagi yang tidak mahir mereka berkeliling kelab menggoda pria-pria konglomerat hidung belang. Khususnya para pialang Wall Street.

Saat itu, Destiny melihat penari senior yang ditunggu-tunggu, Ramona (Jennifer Lopez). Aksi pole dancing Ramona sungguh menggoda. Destiny terpukau atas aksinya. Kemudian keduanya bertemu dan berbincang di atas rooftop strip club tersebut. Perbincangan panjang terjadi di sana.

Ramona banyak mengajarkan Destiny. Bagimana menjerat pelanggan, pole dance, hingga bagaimana menghasilkan pundi-pundi uang dari pekerjaan mereka. Ramona memang sangat ramah, penuh kehangatan, dan supel. Dengan cepat, ia mengenalkan Destiny kepada para stripper lain di kelab tersebut. 

Setelah Destiny menguasi apa yang diajarkan Ramona, keduanya kemudian menjadi sepasang stripper sukses. Mereka berlimpah uang. Pada saat yang bersamaan, Destiny dan Ramona kian dekat secara emosional dan menjadi sahabat yang begitu akrab.

Sayangnya kemehawan yang mereka rasakan tidak bertahan lama, karena di tahun 2008 terjadi krisis ekonomi. Di mana dampaknya para pengunjung makin sedikit untuk datang bersenang-senang ke strip club. Keduanya kemudian berpisah tanpa kabar cukup lama. Hingga akhirnya bertemu kembali dan membuat sebuah tim bersama Mercedes (Keke Palmer), dan Annabelle (Lili Reinhart).

Dari tim inilah, mereka kemudian giat mencari kembali pundi-pundi uang. Segala cara dan aksi mereka lakukan. Dan itu berhasil. Mereka menjadi wanita-wanita miliader. Bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Tapi kejaan mereka tidak lepas dari sebuah konflik. Kemduian, seperti apa kelanjutannya, Anda perlu pergi ke bioskop.

Highlight
Film berdurasi 104 menit ini membuat mata pria melotot. Mengapa tidak, Anda akan disuguhkan dengan keseksian-kesian para penari striptis. Dari awal hingga akhir, Anda akan disuapi visualisasi keseksian mereka. 

Apalagi Todd Banhazl, menyajikan cinematography yang apik saat scene strip-dance, dengan menyorot secara slow-motion saat mereka menari dan memperlihatkan lekuk tubuh para penari.

Dari segi cerita, berjalan dengan alur “maju-mundur”. Di mana semua bermula dari sudut pandang Destiny yang sedang diwawancara oleh seorang jurnalis bernama Elizabeth yang diperankan oleh Julia Stiles. 

Film ini secara mengesankan berjungkir balik melewati stigma apa pun yang melekat pada pengupasan dan kerja seks, menekankan bagaimana karakter utama adalah pekerja Amerika yang bebas, terlepas dari pekerjaan khusus mereka. Ini bukan tentang meyakinkan siapa pun bahwa stripping memberdayakan atau melemahkan, atau siapa yang benar dan salah, ini tentang semua area abu-abu di antaranya.

Scafaria memvalidasi pahlawannya sejak awal dengan berfokus pada mereka sebagai wanita yang perjuangan internal dan pertemanan satu sama lain jauh lebih menarik daripada daya tarik fisik mereka yang nyata.

Dari segi karakter, J-Lo patut diancungi jempol sebagai Ramona. Ia mampu memerankan perannya dengan baik. Terlepas dari kemampuannya bernyanyi dan berdansa plus pesonanya di atas panggung. Jennifer Lopez liar dan masa bodoh dengan kehidupan yang ia jalani.

Film ini juga akan mengejutkan Anda dengan penampilan beberapa cameo yang memang tidak bisa dilepaskan. Ada nama penyanyi R & B Cardi B yang tampil di beberapa adegan saja. Tak hanya itu, ada nama salah satu legenda pop dan R & B, Usher yang juga tampil.

Secara keseluruhan, film ini sukses mem-visualisasikan sebuah kisah hidup berlatar dunia gemerlap, sekaligus intrik -intrik yang menjadi bumbu penyedap. Latar waktu dimana saat itu tengah terjadi krisis ekonomi, turut mengiasi detail alur cerita film ini. *** (SS)

SHARE