Legenda Hip Hop yang Kental dengan Tema Sosial - Male Indonesia
Legenda Hip Hop yang Kental dengan Tema Sosial
MALE ID | News

Terlahir dengan nama Carlton Douglas Ridenhour, sosok Chuck D hingga kini dikenal sebagai legenda hidup hip-hop dunia. Kiprahnya bersama Public Enemy, kru yang saat ini ia gawangi bersama Keith Shocklee, Flavor Flav, Professor Griff dan DJ Lord, menjadi inspirasi untuk kancah hip-hop global hingga sekarang.

Photo: Jason Persse/flickr

Kecintaan Chuck D kepada hip-hop dimulai sejak ia masih muda. Pada Juli 1977, saat kota New York gelap gulita selama dua hari, ia menghabiskan waktu dengan menulis lirik dan mempelajari rima lagunya ketimbang bermain di luar rumah.

Seperti dikutip dari Supermusic, di Adelphi University, ia pertama kalinya bertemu William Drayton yang juga tertarik musik hip-hop. Bersama William Drayton alias Flavor Flav, Chuck D membentuk Public Enemy.

Merasa dijauhi lingkungan sekitar, Chuck menulis “Public Enemy #1”, dan nama Public Enemy dikenal. Demo “Public Enemy #1” sampai ke tangan produser musik Rick Rubin yang berjanji akan mengorbitkan mereka di industri musik Amerika Serikat.

Tema lirik politis, penggambaran keadaan sosial masyarakat Afrika-Amerika dan kritik pedas atas media massa Amerika membuat Public Enemy diperbincangkan di lingkar hip-hop seputar kota New York.

Public Enemy bahkan sempat tampil sebagai grup pembuka pesta peluncuran album fenomenal Beastie Boys, Licensed to Ill (1986). Dari titik itulah, mereka terus melejit, hingga akhirnya Public Enemy menyelesaikan album perdana Yo!, Bum Rush Show di tahun 1987.

Hasil positif di album pertama mereka berlanjut ke album kedua. It Takes a Nation of Millions to Hold Us Back menembus angka lebih dari satu juta kopi, angka penjualan yang fantastis.

Banyak kalangan, baik penggemar musik, kritikus, media dan pengamat menilai, Chuck dan Public Enemy telah berkontribusi besar dalam membangkitkan kesadaran politik, sosial dan budaya melalui hip-hop dengan lirik-lirik kritis sebagai pelurunya.

Vokal dalam kampanye persamaan hak kaum kulit hitam, pemerataan kemakmuran dan anti-rasisme adalah bentuk nyata kekuatan revolusioner Public Enemy di jagat hip-hop dunia. Hingga kini, style mereka diikuti oleh rapper dan MC baru yang turut mengangkat tema Afrosentris dan pergerakan sosial.

Selain dalam bentuk lagu, Chuck D juga pernah menuangkan kritikannya lewat buku berjudul Fight the Power: Rap, Race, and Reality. Ia membahas hubungan antara musik rap dengan masalah rasisme yang disampaikan melalui sudut pandang politik era 90-an.

Medio 1987 hingga 1994 menjadi masa kegemilangan Chuck D bersama Public Enemy. Album-album studio mereka, Yo! Bum Rush the Show (1987), It Takes a Nation of Millions to Hold Us Back (1988), Fear of a Black Planet (1990), Apocalypse 91... The Enemy Strikes Black (1991) dan Muse Sick-n-Hour Mess Age (1994) benar-benar melambungkan Public Enemy.

Kumpulan single macam “Dont Believe the Hype”, “Bring the Noise”, “Welcome To The Terrordome” “9-11 Is a Joke” sampai “Fight The Power” menjalankan perannya masing-masing. Dari diputar berulang kali di radio, hingga menjadi lagu marching di tiap pergerakan.

Sampai 2016, Chuck D kembali menggemparkan dunia musik internasional. Ia memberi pengumuman tentang Prophets of Rage, sebuah grup yang ia bentuk bersama anggota Rage Against The Machine, yaitu Tim Commerford, Tom Morello, Brad Wilk, DJ Lord, kawan bermusiknya di Public Enemy dan B-Real dari Cypress Hill. [GP]

SHARE