Kebakaran Hutan Minnesota, Tragedi Kelam Amerika - Male Indonesia
Kebakaran Hutan Minnesota, Tragedi Kelam Amerika
MALE ID | Story

Kebakaran hutan besar-besaran pernah terjadi di kawasan Minnesota, Amerika Serikat pada 12 Oktober 1918. Akibat kebakaran ini, sebanyak ratusan orang meninggal dunia. Sementara ribuan orang kehilangan rumah mereka. Api tersebut membakar setidaknya 1.500 mil persegi.

Photo: wikimedia commons

Sebagaimana dilansir dari History, kebakaran hutan Minnesota dikenal sebagai “The Cloquet-Moose Lake Fire”, karena di sanalah kerusakan terburuk, yang dimulai pada jalur kereta api dekat Danau Sturgeon.

Besarnya kebakaran juga dipicu dengan industri kayu yang berada di daerah tersebut dan menggunakan metode tebas mentah di hutan lebat, sehingga meninggalkan sisa kering yang sempurna untuk menambah api saat kebakaran.

Mereka juga cenderung membiarkan sisa-sisa tersebut tergeletak begitu saja di sekitar jalur rel yang juga membawa kayu dari pabrik kayu. Karena pada saat itu, mesin kereta api masih sering memercikkan api, maka kebakaran itu tidak bisa dihindari.

Faktor lain yang juga menambah luas dan cepatnya kebakaran di Minnesota ialah musim panas yang sedang menyerang kawasan ini pada Oktober, di mana kondisinya sangat kering. Ketika kebakaran dimulai, api juga menyebar cepat karena angin yang berhembus cukup kencang.

Kerusakan begitu besar
Di daerah Danau Moose, lebih dari 200 orang meninggal dunia karena kebakaran ini. Banyak penduduk setempat yang berusaha melarikan dari kobaran api yang berkoar-koar menyusuri Highway 73, di sebelah selatan Sungai Kettle.

Sebuah tikungan tajam di jalan terlalu sulit untuk bermanuver bagi pengemudi yang melaju kencang dari api di sekitar mereka dan setidaknya 15 kendaraan keluar dari jalan, yang mengakibatkan sebanyak 25 orang meregang nyawa.

Secara keseluruhan, 38 kota dan desa hancur akibat kebakaran hutan Minnesota. Sekitar 453 kematian dilaporkan dan 85 lainnya tewas. Berikutnya, 4.000 rumah, 6.000 lumbung, dan 40 sekolah semuanya habis dilalap si jago merah.

Ratusan ribu hewan ternak juga mati dalam kebakaran, sebuah kerugian yang besar bagi para peternak. Dan secara keseluruhan lagi, wilayah itu menderita kerusakan hampir 100 juta USD atau setara 1,4 triliun rupiah. [GP]

SHARE