Ini yang Bikin Perusahaan Sering Lakukan PHK - Male Indonesia
Ini yang Bikin Perusahaan Sering Lakukan PHK
MALE ID | Works

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di perusahaan kadang terjadi tiba-tiba, bahkan tanpa disadari karyawan. Meski terkesan mendadak, pada dasarnya PHK di perusahaan sudah jelas tanda-tandanya.

Photo by Headway on Unsplash

Walau masih banyak faktor lain, ini beberapa hal yang bikin perusahaan sering lakukan PHK pada karyawannya.

Karyawan dengan kinerja buruk
Kalau perusahaan tengah dalam kondisi stabil dan baik-baik saja, bukan berarti perusahaan akan selalu tenang. Beberapa perusahaan benar-benar selektif dalam memberdayakan sumber daya manusianya. Salah satunya dengan “membuang” kinerja yang dianggap tidak efektif bagi perusahaan.

Karyawan dengan kinerja buruk menjadi sasaran utama perusahaan dalam melakukan PHK. Apalagi jika kualitas karyawan tersebut sangat tidak sesuai dengan gaji yang diterima. Jadi, bertanggung jawab pada peran yang Anda miliki itu suatu keharusan, jangan sampai “ditendang” karena dianggap tak berkembang.

Si ‘pembangkang sering jadi sasaran PHK
Karyawan yang cenderung melawan kebijakan perusahaan juga dapat kena imbas pertama. Meski ia kerja maksimal sekalipun, kalau sudah tidak satu visi dengan perusahaan, tentu akan dikeluarkan. Golongan orang-orang pembangkang ini kerap dianggap menghambat kemajuan tim.

Memang tidak ada yang mutlak mengenai benar atau salah antara karyawan dan perusahaan. Namun, perlu diingat, sebagai karyawan di sebuah perusahaan, Anda harus mematuhi kebijakan yang ada. Jadi, wajar ketika HRD mengeluarkan karyawan yang dirasa sudah tak cocok dengan kultur perusahaan.

Tim dengan jumlah karyawan banyak dan tak efisien
Efisiensi bekerja juga menjadi perhatian utama perusahaan. Di zaman sekarang, mulai sering terjadi PHK karena sumber daya yang menumpuk. Maka, beberapa tim yang punya banyak anggota atau karyawan harus rela dipangkas jumlahnya.

Pengurangan jumlah karyawan memang dapat menekan biaya operasional perusahaan. Selain itu, perusahaan jadi lebih mudah mengontrol efisiensi kerja karyawan dengan jumlah cukup. Apalagi semakin banyak perusahaan mengejar efektivitas dalam bekerja untuk hasil lebih banyak.

Kebijakan menggunakan tenaga outsourcing
Tanda paling jelas adalah ketika perusahaan mulai melirik tenaga luar. Tenaga itu bisa didapat dari freelancer atau outsourcing. Belakangan ini semakin banyak perusahaan memakai jasa freelancer untuk menekan biaya sumber daya manusia.

Di masa depan, lapangan pekerjaan dengan jumlah pekerja berlimpah bukan lagi impian perusahaan. Tenaga kerja yang dibutuhkan lebih ditekankan pada kemampuan dan keterampilan. [GP]

SHARE