Pria dengan Masa Lalu Buruk, Bikin Wanita Mundur? - Male Indonesia
Pria dengan Masa Lalu Buruk, Bikin Wanita Mundur?
Sofan | Women Chat

Punya masa lalu buruk memang menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan. Malu untuk menceritakan kepada teman, kerabat, bahkan wanita yang Anda sedang dekati. Ketakutan akan hilangnya rasa tertarik dari pihak wanita membuat Anda mengurungkan niat untuk setidaknya memberitahukannya.

Akan tetapi, seberapa pentingkah wanita tahu masa lalu Anda? Dan apakah bisa mempengaruhi persepsi wanita terhadap Anda nantinya, jika Anda memiliki masa lalu yang buruk?

MALEnias, ini saatnya untuk mengetahui apakah masa lalu yang tidak baik punya pengaruh di mata wanita?

Cathy, Media Relations Executives

Male Indonesia

Sebetulnya untuk tahu masa lalu pasangan, tidaklah terlalu penting. Sekadar tahu saja dan dijadikan pembelajaran. Karena jika berlanjut menjadi pasangan, maka tidak perlu dipermasalahkan dan tetap move forward. Kan membuat lembaran baru

Bila masa lalu tersebut tergolong buruk, maka kembali ke prianya, jika memang terlihat sudah berubah dari masa lalunya, kenapa harus dipersulit. Karena kita sendiri mungkin punya masa lalu yang buruk pula. Bahkan jika prianya pernah di penjara sekali pun.

Noity, Freelance Model 

Male Indonesia

Buat aku, tahu masa lalu pria itu penting. Apalagi pas masa-masa pendekatan (PDKT), masa dimana kita lagi seneng-senengnya, bahagia setiap saat, ada hal yg kita tunggu, misal chat "Selamat pagi" atau "Sudah makan belum"

Apalagi pas sudah jadian, dia sudah jadi bagian dari kehidupan kita dong, jadi menurutku penting banget. Pentingnya adalah itu akan jd pelajaran buat kita nantinya. Soalnya kan, kadang pas awal pacaran nih, kita merasa dia seperti yang serius gitu kan, walau sebenarnya bisa membedakan sih mana yang serius mana yang enggak.

Terus, buat aku, masa lalu buruk bukan jadi penghalang buat masa depan yang lebih baik menurutku, enggak semua orang punya masa lalu baik, tapi tidak menutup kemungkinan untuk memiliki masa depan baik kan. Jadi kalau aku sih, asal dia mau berubah, ya lanjut, tapi kalau enggak mau berubah, ya mending udahan aja.

Soalnya, enggak enak lah, kalau enggak konsisten gitu ya udah. Enggak berani buat lanjutin aku mah gitu. Intinya, masa lalu seburuk apapun, seperti minum-minuman beralkohol, pernah melakukan hubungan intim dengan mantan, sering selingkuh, banyak temen wanitanya, bisa sih dimaafin, asal benar-benar mau berubah.

Karena tadi, semua orang pasti memgalami kesalahan. Pun kita, jadi apa salahnya memaafkan dan berdamai dengan masa lalu dan menata masa depan. Asal serius berubah, dan perubahan itu enggak gampang loh, pasti hanya orang serius yang bisa menjalankannya.

Putri Wulan Ayu, Model, Cosplay, Model

Male Indonesia

Kalau aku sebenarnya susah pilih pria. Jadi, kalau ditanya penting atau tidak, masa lalunya dia sih pasti penting. Memang jujur seperti itu, bukannya aku sombong.

Masa lalu pria yang bakal aku jadikan pertimbangan itu, apakah dia pernah melakukan perbuatan yang berisiko punya penyakit menular, tindakan kriminal, atau pernah memiliki anak. Aku tidak akan langsung jauhin, tapi rasanya pikir dulu kalau untuk hubungan serius.

Mungkin, masa lalu dia yang buruk tapi masih bisa aku terima, misalnya dia pernah tawuran atau berantem waktu sekolah, ya udahlah. Asal gak sampai berbuat kriminal.

SHARE