Fakta Mengejutkan Kematian Akibat Tenggelam - Male Indonesia
Fakta Mengejutkan Kematian Akibat Tenggelam
MALE ID | Sex & Health

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, penting membuat kebijakan serius mengatasi kematian akibat kejadian tenggelam. Dalam laporan terbaru, menurut WHO, setiap tahunnya ada 322 ribu orang tewas di seluruh dunia akibat tenggelam.

tenggelam-Male IndonesiaPhoto by Seth Doyle on Unsplash

Penasehat WHO David Meddings menyebut, dengan jumlah sebanyak itu, kematian akibat tenggelam lebih besar dari angka kematian akibat penyakit HIV/AIDS dan hampir menyamai angka kematian akibat gizi buruk.

“Kasus tenggelam adalah ancaman besar terhadap kehidupan manusia, tetapi sampai saat ini banyak negara belum menyadari bahayanya. Hampir seperti terabaikan. Padahal, kalau melihat jumlah korbannya, ini sangat serius,” kata Meddings dari arena Konferensi Dunia untuk Pencegahan Tenggelam di Durban, Afrika Selatan, melansir dari CNN.

Menurut studi tentang kasus tenggelam yang pertama kali dirilis oleh WHO tahun 2014, 90 % korban meninggal berasal dari kelompok negara yang belum berkembang.

Negara di kawasan Afrika paling rentan terhadap kasus orang tenggelam terutama karena banyak warga di kawasan ini berprofesi sebagai pekerja di perairan. Sementara di Asia Tenggara, angka kematian akibat kasus tenggelam disebabkan seseorang tercebur dalam air di sekitar tempat tinggal atau karena banjir.

Di Kamboja, penelitian WHO menunjukkan dalam setiap 100 ribu jiwa, lebih dari 11 orang meninggal dunia karena tenggelam. Sementara di Bangladesh, dari populasi yang sama, hampir delapan orang meninggal. Ini jauh dibandingkan negara maju seperti Singapura (0,2) atau Australia (0,7).

“Penyebab kejadian tenggelam sangat berbeda antara satu negara dan negara lain. Di negara maju, biasanya kecelakaan di kolam renang, karena minum alkohol, atau karena kecelakaan saat rekreasi di laut,” ujar Caroline Lukaszyk, Koordinator isu tenggelam WHO untuk wilayah Asia Pasifik dan Asia Tenggara.

“Sementara di negara berkembang, bisa jadi karena bencana banjir atau kecelakaan saat naik transportasi air.”

Di Indonesia, WHO memperkirakan, angka kasus tenggelam adalah 3,3 per 100 ribu jiwa, atau mendekati 9.000 orang pada tahun 2016. Seperti di berbagai negara Asia Tenggara lain, tenggelam sangat jarang disebut sebagai penyebab hilangnya nyawa manusia karena dipercaya sebagai kecelakaan tak terhindarkan.

Angka korban sesungguhnya menurut WHO bisa lebih besar karena seringkali kematian akibat tenggelam tidak dilaporkan, sehingga tak tercatat dalam akta kematian resmi. [GP]

SHARE