Peneliti: Jerawat di Organ Vital Tidak Berbahaya - Male Indonesia
Peneliti: Jerawat di Organ Vital Tidak Berbahaya
MALE ID | Sex & Health

Pernah melihat jerawat di organ vital Anda dan merasa ingin mencabutnya? Tunggu dulu, sebaiknya Anda tidak gegabah melakukan hal tersebut.

Photo by Caroline Attwood on Unsplash

Memang, munculnya jerawat di area kemaluan atau sekitar organ vital (skrotum) terbilang mengkhawatirkan. Namun, ahli urologi, Jamin V Brahmbhaat mengatakan bahwa kondisi itu normal.

Ia menyebut, jerawat yang muncul di skrotum sama seperti jerawat di wajah atau punggung. Penyebanya pun hampir sama, karena makanan, hormon, atau stres. Sehingga, Anda tak perlu khawatir.

“Laki-laki perlu memastikan bahwa lokasi jerawat itu sepenuhnya di skrotum dan bukan di testis. Jika memang di kulit, kebanyakan jerawat atau benjolan di skrotum itu tidak berbahaya,” kata Brahmbhaat, seperti dikutip dari Mens Health.

Brahmbhaat pun mengimbau agar pria tidak memecahkan atau menusuk jerawat pada organ vital. Sebab, tindakan itu bisa menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius. Tenang saja, jerawat di area kemaluan akan hilang dalam waktu seminggu.

Walau begitu, jika Anda merasa khawatir akan benjolan merah kecil tersebut, sebaiknya segera mengunjungi dokter. Khususnya bila jerawat terus bermunculan atau banyak. Karena itu bisa menjadi pertanda infeksi menular seksual (IMS).

Brahmbhaat mengingatkan agar lebih berhati-hati jika Anda juga menderita penyakit diabetes. “Sistem imun Anda tidak sekuat orang yang bebas diabetes. Sehingga infeksi bisa menyebar dengan cepat,” tutur dia.

Sedangkan, ketika jerawat di organ vital bertambah besar dan memerah, ini bisa menjadi pertanda demam dan rasa sakit.

“Jagalah kebersihan skrotum seperti wajah Anda. Kenakan celana dalam bersih, mandi secara rutin dan jaga area itu tetap kering,” katanya.

Kalau Anda sering berkeringat dan memiliki masalah bau badan, tidak ada salahnya untuk mandi lebih dari sekali. Mencukur area kemaluan bisa membantu mencegah jerawat. Selain mengurangi keringat, mencukur juga meminimalkan risiko perkembangan penyakit.

Tidak perlu perawatan khusus
Organisme seperti jamur, bakteri, dan ragi suka area yang gelap, hangat dan lembap. Sehingga terkadang bisa bertumbuh di area kemaluan Anda. Namun, bukan berarti Anda harus menggunakan bedak atau produk anti keringat khusus. Karena bisa membuat kulit terlalu kering.

“Disarankan untuk menggunakan air saja. Jika harus mencuci, gunakan yang bebas wangi-wangian dan tidak mengandung bahan antibakteri,” ujar dia.

Ditambahkan oleh Brahmbhaat, ia merekomendasikan penggunaan pakaian dalam yang tidak menghambat ‘pernapasan’ organ reproduksi. Sebaiknya Anda tidak menggunakan pakaian dalam terlalu ketat yang menghambat aliran udara dan menimbulkan keringat. [GP]

SHARE