Dendam Tak Baik Bagi Hubungan, Begini Mencegahnya - Male Indonesia
Dendam Tak Baik Bagi Hubungan, Begini Mencegahnya
Gading Perkasa | Relationships

Ketika Anda menjalin sebuah hubungan, tentu akan ada momen di mana suatu masalah bisa menimbulkan perdebatan. Bila diibaratkan, konflik atau perdebatan itu wajar, dan sebagai ‘bumbu’ dalam hubungan Anda berdua.

Photo by Jonathan Borba on Unsplash

Yang berbahaya adalah, ketika masalah itu sudah menyertakan perasaan dendam. Hal  ini dapat membuat masalah biasa menjadi tidak biasa. Ada kemungkinan, hubungan Anda dan si dia bisa menjadi rumit.

Pada dasarnya, menyimpan perasaan dendam saat menjalani hubungan disebabkan oleh suatu masalah yang tidak sepenuhnya selesai saat berdebat. Atau bisa juga tidak pernah diutarakan lantaran selalu dipendam. Dan ketahuilah, dendam tersebut lambat laun akan merusak hubungan.

“Kalau Anda dan pasangan terus-menerus membawa masalah yang sama seperti dendam, artinya ketika berdebat, Anda kurang mengomunikasikan permasalahan secara benar,” ujar Kerrian Long, seorang terapis hubungan, sebagaimana dikutip dari Elite Daily.

Menurut Long, Anda dan pasangan harus bisa mengetahui cara penyelesaian masalah tersebut dan berjanji untuk tidak membawa masalah yang sama jika pernah diperdebatkan.

Di samping itu, Anda berdua juga dituntut agar mampu melihat permasalahan dari sudut pandang yang lain, sehingga masing-masing individu dapat menimbulkan rasa empati terhadap sebuah masalah.

“Ketika Anda bisa melihat masalah dari sudut pandang pasangan Anda, tensi kemarahan biasanya akan berkurang karena Anda mengerti apa yang dia rasakan dan Anda akan memberikan kesempatan untuknya mengekspresikan perasaan serta pikirannya,” tutur dia.

Dengan berkurangnya tensi kemarahan, hal itu bisa mencegah Anda atau dia untuk kembali membuka masalah yang sudah lama berlalu. Jangan lupa, ingatkan pasangan dan diri sendiri kalau memang harus berdebat, bicarakan hal yang semestinya dibicarakan. Tidak melenceng dari topik utama pembahasan.

“Jangan lupa, ketika sudah mulai kesal atau ada masalah yang mengganjal, segera bicarakan, jangan ditunda-tunda. Biasanya yang ditunda akan membuat konflik semakin runyam,” kata Long.

Akan tetapi, untuk melakukan semua itu, masing-masing harus mempertimbangkan waktu. Sebagai contoh, saat Anda mengetahui jika pasangan mengalami masalah di kantor, berikan jeda waktu sekitar 1-2 jam agar suasana hatinya mereda. Baru Anda bisa membicarakan masalah terkait hubungan Anda berdua. [GP]

SHARE