Penyakit Bahaya Ini Timbul dari Gangguan Mental - Male Indonesia
Penyakit Bahaya Ini Timbul dari Gangguan Mental
MALE ID | Sex & Health

Sebuah penelitian menemukan bahwa prediksi risiko penyakit kardiovaskular akibat penyakit mental saat ini sebanyak 60%. Penyakit mental yang parah seperti gangguan bipolar, depresi klinis, dan lainnya sering dikaitkan dengan risiko tinggi penyakit kardiovaskular.

Gambar oleh Tesa Robbins dari Pixabay

Dilansir dari Times Now New, risiko ini juga ditentukan karena faktor risiko lain seperti merokok yang dipicu oleh penyakit mental tersebut. Namun, tidak semua algoritma prediksi risiko memperhitungkan risiko obat antipsikotik yang diresepkan, sehingga mengarah pada perkiraan risiko yang terlalu rendah.

Diagnosis dan pengobatan gangguan kesehatan mental dan penyakit merupakan hal penting. Namun, risiko berbagai penyakit yang terkait dengannya adalah apa yang membuatnya semakin penting. Kesehatan mental yang buruk juga dapat memiliki efek buruk pada kesehatan fisik.

Menurut Asosiasi Kesehatan Mental Kanada, kesehatan mental dan fisik secara mendasar terkait satu sama lain. Kesehatan mental yang buruk dapat meningkatkan risiko penyakit dan gangguan kronis atau sebaliknya. Berikut tiga penyakit yang dapat disebabkan oleh penyakit mental.

Diabetes
Menurut sebuah penelitian, tingkat diabetes secara signifikan lebih tinggi pada orang yang telah didiagnosis dengan penyakit mental. Depresi dan skizofrenia, yang keduanya dikategorikan sebagai penyakit mental yang parah, meningkatkan risiko pengembangan diabetes tipe 2 karena efeknya pada resistensi insulin.

Penyakit mental juga dapat menyebabkan kondisi lain seperti obesitas dan kadar kolesterol tinggi yang dapat bertindak sebagai faktor risiko diabetes. Obat antipsikotik juga dapat menyebabkan penambahan berat badan dan menyebabkan obesitas.

Penyakit pernapasan
Penyakit mental juga dapat menjadi faktor risiko penyakit pernapasan seperti penyakit paru obstruktif kronis (CPOD), bronkitis kronis, dan asma. Penyakit mental juga menyebabkan peningkatan kemungkinan kebiasaan seperti merokok, karena pasien menemukan sensasi rileks setidaknya dalam jangka pendek. Merokok sendiri dikaitkan dengan penyakit pernapasan serius seperti kanker paru-paru.

Kanker
Penelitian terbaru telah menemukan tingkat risiko kanker yang lebih tinggi di antara orang yang menderita skizofrenia. Penelitian telah menemukan bahwa orang-orang dengan kondisi tersebut memiliki risiko hampir dua kali lipat terkena kanker kandung empedu dan usus. Namun, penelitian ini memiliki hasil yang beragam untuk berbagai jenis kanker. Sebagai contoh, kejadian kanker pernapasan telah ditemukan menurun pada orang dengan penyakit mental. *** (SS)

SHARE