Putri Marino, Pesona Baru Industri Perfilman Indonesia - Male Indonesia
Putri Marino, Pesona Baru Industri Perfilman Indonesia
MALE ID | News

Nama Putri Marino di jagat perfilman tanah air masih terasa asing di telinga sebagian besar orang. Maklum, dirinya merupakan aktris pendatang baru yang belum lama membintangi sebuah film layar lebar bertemakan kehidupan masa SMA berjudul Posesif. Meski demikian, rupanya ia sudah lama melanglang buana di layar kaca sebagai presenter. Benarkah?

putri marino

Bagi Anda yang gemar menonton program traveling bernama My Trip My Adventure di salah satu stasiun televisi swasta, tentu sudah hafal dengan sosok wanita cantik kelahiran 1993 ini. Putri Marino mengawali karir di dunia entertainment sebagai presenter sebelum terjun ke dunia akting, pada 2013 silam.

Dirinya (Putri-red.) kerap dipasangkan dengan pebasket yang juga mencoba peruntungan di dunia hiburan, Denny Sumargo. Karena kecantikan wajah dan kulit eksotisnya, ia menjadi warna baru sekaligus idola masyarakat. Belum lagi keramahan yang ditunjukkan lewat senyum manisnya, sudah pasti membuat kaum adam jatuh terpana.

Empat tahun menjalani profesi sebagai presenter, Putri mulai banting setir menjadi seorang aktris. Film yang dibintanginya antara lain Jangan Salahkan Tuhan dan yang terbaru, Posesif. Dimana ia memerankan karakter Lala, seorang gadis SMA sekaligus seorang atlet loncat indah. Lawan bermainnya dalam film tersebut adalah Adipati Dolken, memerankan karakter Yudhis.

Baca juga: Posesif, Sisi Gelap Romansa Masa Muda

Sebagai seorang aktris, Putri memiliki cerita tersendiri. Terutama awal mula kiprahnya di dunia perfilman Indonesia. Berkaitan akan hal tersebut, Selasa 12 September 2017 lalu MALE Indonesia mewawancarai Putri Marino dalam sebuah kesempatan di pusat perbelanjaan Senayan City, Jakarta Selatan. Pada awalnya, ia adalah seorang fashion designer di Pulau Dewata Bali dan sempat menjadi pegawai kantoran selama kurang lebih 1,5 tahun.

Sebelum akhirnya terbang ke Jakarta dan membawakan acara traveling. Merasa ingin keluar dari zona nyaman dan mencari hal baru, sang manajer memberi kesempatan baginya untuk casting film. "Awalnya Aku ikut audisi, dan belum ada bayangan kalau bakal lolos. Ternyata Aku dapat peran karakter Lala. Rasanya sih campur aduk. Antara senang, deg-degan sekaligus takut. Karena, ini baru pertama kalinya bagiku," ucap Putri. Mendapat peran bermain sebagai tokoh utama di film Posesif, Putri sempat dilanda rasa gugup bahkan berpikiran mundur lantaran tidak mau membebani banyak pihak nantinya.

Namun, setelah berkonsultasi dengan pihak sutradara dan lawan mainnya, Adipati Dolken, dirinya mulai tenang dan fokus menjalaninya. "Sekarang bisa dibilang, Aku jatuh cinta dengan dunia perfilman. Semoga ada kesempatan main film lagi, biar membuktikan kalau Aku emang serius di bidang akting," ujar Putri.

Selain menjalani profesi sebagai aktris, dirinya juga mengaku kepada MALE Indonesia bahwa ia mempunyai hobi di sela-sela kegiatannya. Di antaranya adalah fotografi dan menulis puisi. Untuk fotografi sendiri mulai ia tekuni setelah secara tidak langsung mengikuti kebiasaan Dodot (panggilan akrab Adipati Dolken) mengabadikan gambar dan momen tertentu.

"Dodot kan juga suka motret, apalagi sering bawa kamera. Aku yang tadinya cuma iseng akhirnya bareng dia foto-foto, terus mulai beli kamera deh," kata Putri. Sedangkan, kebiasaannya menulis puisi telah dilakukan sejak duduk di bangku SMA. Bahkan ia mempunyai blog khusus demi memamerkan puisinya.

"Sudah jadi kebiasaan, Aku duduk di coffee shop, terus dengerin lagu. Baru ide-ide untuk merangkai kata-kata muncul. Dulu sempet berhenti karena kesibukan, tapi sekarang aktif lagi berpuisi. Aku posting di akun Instagram juga," tutur wanita cantik ini.**GP

SHARE