Monumen Bebatuan Kuno ini Muncul Secara Misterius - Male Indonesia
Monumen Bebatuan Kuno ini Muncul Secara Misterius
Gading Perkasa | Relax

Terdapat monumen bebatuan kuno di Spanyol yang kembali ditemukan pertama kalinya setelah terendam di dasar danau berpuluh tahun lamanya. Monumen berusia sekitar 7.000 tahun bernama Dolmen de Guadalperal atau juga dikenal “Spanish Stonehenge” ini akhirnya kembali muncul usai danau di sekitarnya mengering.

Photo: wikimedia commons

Seperti dilansir dari All That Interesting, terletak di Provinsi Caceres, Spanyol, Dolmen de Guadalperal merupakan monumen bebatuan yang tersusun dari kurang lebih 144 batu dan memiliki ketinggian mencapai 6 kaki atau 1,8 meter dengan bentuknya melingkar menyerupai Stonehenge di Inggris.

“Saya melihat beberapa bagian monumen tersebut dari bawah air sebelumnya, tetapi ini pertama kalinya saya melihatnya secara penuh,” kata Perwakilan Departemen Budaya Spanyol, Angel Castano, seperti dikutip dari Atlas Obscura.

Sebagai penduduk Peraleda de la Mata, desa yang hanya berjarak beberapa kilometer dari situs tersebut, Castano mengungkapkan sudah sering melihat bangunan kuno. Namun, ini pertama kalinya ia melihat peninggalan kuno yang sangat menakjubkan.

“Ini spektakuler, karena Anda dapat menyaksikan seluruh kompleks untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade,” ujar Castano.

Pada awalnya, monumen ini ditemukan seorang arkeolog Jerman bernama Hugo Obermaier, yang melakukan penggalian pada pertengahan 1920-an. Namun, akibat pembangunan Waduk Valdecanas yang dilakukan pemerintahan Jenderal Franco, Dolmen de Guadalperal tenggelam pada tahun 1963.

Menurut seorang peneliti Universitas Alcala, Primitiva Bueno Ramirez, banyak para peneliti harus berjuang untuk bisa melakukan penelitian terhadap situs-situs bersejarah, karena terkendala beberapa faktor.

“Anda tidak akan percaya berapa banyak permata arkeologis dan bersejarah yang terendam di bawah danau buatan Spanyol,” kata Ramirez.

Kemunculan Dolmen de Guadalperal tak diragukan lagi membangkitkan semangat para arkeolog yang ingin melakukan penelitian terhadap situs tersebut. Karena para peneliti berspekulasi, monumen batu itu telah ada sejak abad ke-4 atau ke-5 SM, ribuan tahun lebih tua dari Stonehenge.

“Apa pun yang kami lakukan di sini, perlu hati-hati. Kami butuh penelitian berkualitas tinggi menggunakan teknologi arkeologi terbaru. Tetapi kita sudah memiliki salah satu hal paling sulit diperoleh monumen bersejarah yang luar biasa,” ujar Ramirez.

Kini, peneliti memeriksa sebelum susunan batu itu kembali terendam air. Setelah Dolmen de Guadalperal muncul, para arkeolog berharap agar monumen bisa dipindahkan secara permanen ke tempat lebih tinggi dan lebih kering, agar tak mengalami kerusakan lebih parah pada permukaannya yang sudah terkikis.

Sebelum dipindahkan atau kembali ‘tenggelam’, ada baiknya Anda berkunjung ke sini kala berlibur ke Spanyol sembari mengabadikan foto. Tertarik? [GP]

SHARE