Joker, Kisah Tragis Komedian yang Menjadi Penjahat - Male Indonesia
REVIEW FILM
Joker, Kisah Tragis Komedian yang Menjadi Penjahat
Sopan Sopian | Review

Film yang menceritakan asal muasal musuh utama Batman, Joker. Akhirnya dirilis. Antusiasme fans terhadap film ini begitu besar, bahkan digadang-gadang sebagai film yang layak masuk Oscar.

Joker adalah film drama kriminal thriller yang disutradarai oleh Todd Phillips dan diproduseri oleh Todd Philips, Bradley Cooper dan Emma Tillinger Koskoff. askah film ini ditulis oleh Todd Phillips dan Scott Silver berdasarkan karakter Joker karya DC Comics. 

Jauh sebelum film ini dirilis, telah terjadi kontroversi ketika peran Joker diperankan oleh Joaquin Phoenix. Ia kerap dibandingkan dengan mendiang Heath Ledger. Namun Anda sebagai penikmat film, tentu tidak begitu saja membandingkan, Anda perlu membandingkannya setelah menonton film ini.

Selain dibintangi oleh Joaquin Phoenix, film ini juga didukung oleh bebrapa cast seperti  Robert De Niro, Zazie Beetz dan Frances Conroy. 

Ringkasan
Film Joker diawali dengan penampakan Arthur Fleck (Joaquin Phoenix) yang tak lain adalah Joker itu sendiri. Di sana ia sedang merias diri untuk bersiap-siap menjadi untuk memulai pekerjaannya sebagai seorang badut sewaan. Hari itu, ia harus bekerja untuk studio musik yang akan bangkrut.

Meski pekerjaannya sebagai seorang penghibur, namun Arthur mengalami banyak permasalahan. Dia kerap mendapatkan perundungan dari orang-orang di sekitarnya. Salah satunya saat mempromosikan studio musik yang akan bangkrut itu. Justru itu dikerjai oleh sekolompok remaja yang kemudian dipukuli.

Selain itu, dia juga beberapa kali mendatangi Departemen Kesehatan dan Sosial Kota Gotham untuk berkonsultasi dengan petugas mengenai penyakit mental yang diidapnya. Di sisi lainnya, ia juga harus mengurus ibunya yang sudah renta dan sakit-sakitan. Ditambah lagi, ia salah satu orang dari golongan kelas bawah/pekerja yang harus berusaha keras untuk bertahan hidup.

Hidup Arthur yang sudah berat, bertambah berat ketika dia dipecat dari pekerjaannya. Ditambah lagi layanan konseling yang kerap ia datangi harus ditutup karena kondisi kota yang semakin buruk.

Kendati kehidupannya begitu sengsara, ia memiliki tujuan mulia. Ia ingin membuat semua orang tersenyum. Sehingga ia terobsesi menjadi seorang komedian. Ia pun memberanikan diri untuk pergi ke sebuah cafe untuk melawak sebagai Stand Up Comedy.

Di sana ia merasa berhasil. Sayangnya, di sebuah televisi ia melihat lawakannya diolok oleh seorang presenter televisi nasional favoritnya. Arthur yang mengidap sakit mental itu mengalami titik pilu yang paling tinggi yang membuat dia harus melakukan sesuatu agar merasa lebih baik. Salah satunya adalah mengubah identitasnya menjadi seorang Joker.

Highlight
Meski karakter Joker berasal dari komik DC, Anda akan melihat karakter yang berbeda yang selama ini Anda lihat dalam film Batman. Hal ini memang sebelumnya telah dikonfirmasi oleh Todd Phillips. 

"Kami tidak mengikuti apa pun dari buku komik, yang mana akan membuat banyak orang marah,” kata Phillips seperti dikutip Empire. Hal tesebut dibuktikannya, di mana Anda akan disuguhkan hal baru mengenai Joker. Anda akan dibawa pada sebuah cerita masa kelam sesosok Joker yang kejam.

Film Joker sukses membuat penonton jatuh cinta pada sosok Joker. Hati penonton dibuat terkoyak melihat bagaimana Arthur hidup. Ia difitnah, kehilangan pekerjaan, dipukuli, dan dijauhi oleh teman-temannya sendiri. Tak ada alasan untuk tidak bersimpati. Dah Phoenix bisa dikatakan berhasil membangun karakter itu. Di mana Joker adalah sosok yang sakit.

Kendati film Joker terbilang cukup sederhana, tetapi memiliki cerita yang akan membuat penonton tercengang dari penyakit yang dideritanya. Kendati penonton dibuat untuk mengerti, Joker tetaplah Joker

Sedalam apa pun mencoba mengerti, tapi ia sulit sekali dipahami. Joker mencoba membawa Anda berdiri dalam persepsinya. Jangan kaget jika dalam beberapa saat, Anda ingin membela semua yang dilakukannya. 

Tapi juga jangan terkejut jika setelah menyadari itu semua, Anda merasa dipermainkan oleh pikiran-pikiran Arthur. Jadi jangan harap Anda bisa memahami isi kepalanya. Namun, Anda jangan berharap film ini bertabur darah. Meski sangat jelas begitu senangnya Joker ketika membunuh, film ini terbilang sedikit memunculkan percikan darah.

Sepanjang cerita Joker, ada hal yang menarik. Walau film ini fokus pada masa lalu Joker, Ada jalan cerita yang saling terkait dengan Bruce Wayne. Seperti apa jalan cerita itu, Anda perlu menontonnya. Dan Anda siap-siap tercengang dibuatnya. *** (SS)

SHARE