Pertimbangan Menggigit Tubuh Si Dia saat Bercinta - Male Indonesia
Pertimbangan Menggigit Tubuh Si Dia saat Bercinta
Gading Perkasa | Sex & Health

Setiap pasangan punya caranya sendiri untuk mengekspresikan kenikmatan bercinta, Salah satu yang mungkin sering dilakukan pria adalah menggigit tubuh si dia.

Menggigit Pasangan- Male IndonesiaPhoto by Sabina Tone on Unsplash

Kendati bisa menambah ‘panas’ sesi adu ranjang Anda, ternyata menggigit tubuh pasangan saat bercinta juga tidak boleh sembarangan.

Bagi beberapa orang, menggigit tubuh pasangan adalah cara mereka mengekspresikan kepuasan seksual, reaksi lonjakan gairah saat mendekati klimaks, atau justru sebagai teknik andalan demi membangkitkan gairah pasangan.

Tidak ada yang salah dengan hal itu. Beberapa wanita mungkin juga menikmati sensasi sakit yang dirasakan ketika digigit. Namun, ada beberapa pertimbangan sebelum Anda menggigit tubuh pasangan di atas ranjang, seperti dikutip dari Hello Sehat.

Menggit terlalu keras berisiko infeksi
Menurut NCBI (National Institutes of Health), gigitan dapat berisiko menyebabkan luka infeksi di area tubuh dan menjadi gerbang masuk berbagai parasit pemicu penyakit. Risiko ini bisa meningkat, terutama jika Anda sering menggigit di area sensitif yang kulitnya tipis, seperti selangkangan, puting, telinga, maupun leher.

Diskusi sebelum memutuskan untuk menggigit tubuh si dia
Menggigit saat bercinta bisa jadi satu cara untuk memanaskan sesi bercinta Anda berdua. Kendati begitu, Jane Greer, terapis seks, mengatakan bahwa dilihat dari segi psikologis, menggigit saat berhubungan intim dapat diterjemahkan sebagai perilaku agresif dan mendominasi.

Jika Anda langsung gigit tanpa izin pasangan, apalagi dilakukan dengan keras, bukan mustahil gigitan nakal menggoda Anda diartikan sebagai “main kasar” dan akhirnya malah merusak sesi bercinta. Terlebih, tidak semua wanita suka digigit atau ingin meninggalkan bekas.

Sebaiknya, biarkan pasangan tahu kalau menggigit saat bercinta adalah salah satu fetish Anda. Apalagi sebelumnya Anda berdua tidak pernah melakukan hal tersebut, terutama saat foreplay.

Tidak perlu membicarakannya jauh-jauh hari, cukup beri tahu pasangan saat sedang beraksi dan hasrat ingin mengigit muncul. Misalnya, “Boleh gigit leher kamu?”, atau “Apakah ini boleh?” sambil memberi gestur mencupang.

Tak usah canggung untuk mengatakannya. Anda bisa mulai dengan perlahan, dari isapan ringan dan gigitan ringan, kemudian cek ekspresi pasangan.

Kalau si dia menunjukkan tanda-tanda risih atau tidak nyaman, berhenti dan ganti manuver. Sebaliknya, jika ia diam saja dan meminta Anda melanjutkan, then go ahead, dude! [GP] 

SHARE