Barcelona, Raksasa yang Tak Lagi Bertaji - Male Indonesia
Barcelona, Raksasa yang Tak Lagi Bertaji
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Nama Barcelona sebagai klub besar di ranah Eropa sedang dipertaruhkan. Pasalnya, di musim 2019/2020, Messi dkk. tak henti-hentinya meraih hasil buruk dan itu memengaruhi peringkat klub di klasemen Liga Spanyol.

Photo credit: Beticismo.net on Visualhunt / CC BY-NC-SA

Takluknya Barcelona dari Granada 0-2 pada lanjutan Liga Spanyol merupakan kekalahan kedua mereka dari lima laga terakhir. Alhasil, tim Catalan merosot ke papan tengah. Mereka juga melakukan start terburuk di Liga Spanyol sejak musim 1994-1995 (di era satu kemenangan dengan tiga poin).

Kondisi ini tak lepas dari buruknya kinerja pertahanan. El Barca sudah kemasukan sembilan gol. Dalam empat laga beruntun di Liga Spanyol, gawang Mark-Andre ter Stegen kerap dibobol dua gol. Menurut catatan Gracenote Live, hal ini tak pernah terjadi sejak 2009 pada era Josep Guardiola.

Bikin pelatih cemas
Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde cemas tim asuhannya belum bisa memenangi laga tandang di Liga Spanyol. Blaugrana kalah dua kali dan sekali imbang.

“Saya risau karena kami belum mendapatkan hasil yang baik di laga tandang. Itu berarti ada sesuatu pertanda yang kurang baik,” kata Ernesto Valverde, seperti dikutip dari Marca.

Sang pelatih menilai kurang maksimalnya lini serang di tim menjadi salah satu penyebab utama. Barcelona tak diperkuat Lionel Messi sejak awal musim 2019/2020 karena cedera otot betis. Ia baru kembali bermain saat Barcelona menghadapi tuan rumah Borussia Dortmund di ajang Liga Champions, itu pun hanya sekitar 31 menit.

“Ada pemain yang datang terlambat, tapi kami belum bagus, kami tidak bermain dengan baik. Kami mendominasi jalannya pertandingan, tetapi kami tidak mengubahnya menjadi peluang mencetak gol,” tutur Valverde.

Kapabilitas Valverde dipertanyakan
Hasil buruk yang diraih Barcelona di musim 2019/2020 membuat para suporter berang. Mereka menilai bahwa Ernesto Valverde tidak pantas melatih tim.

Ia disebut tidak memiliki ide terbarukan walau dipersenjatai dengan skuat yang mumpuni. Pada bursa transfer musim panas, Barcelona malah membeli Antoine Griezmann dan Frenkie de Jong.

“Jika Valverde masih punya rasa malu, ia akan mengundurkan diri dari posisinya,” tulis salah satu suporter Barcelona.

“Hanya dia pelatih yang membuat Lionel Messi, Frenkie de Jong, dan Antoine Griezmann tampil seburuk itu,” kata suporter lain.

Tak sedikit juga suporter yang membandingkan penampilan Barcelona dengan Manchester City yang ditangani Pep Guardiola.

Sebagai catatan, Guardiola menorehkan catatan impresif sejak menukangi City pada 2016 lalu. Ia memberikan klub tersebut dua trofi Liga Inggris, dua gelar Piala Liga Inggris, serta satu Piala FA. [GP]

SHARE