Vermouth, Minuman Klasik Pembangkit Selera Makan - Male Indonesia
Vermouth, Minuman Klasik Pembangkit Selera Makan
MALE ID | Relax

Vermouth adalah salah satu bahan terpenting dalam cocktail klasik. Singkatnya, ini anggur yang diperkaya oleh spesies dan rempah-rempah pahit, sehingga siapa pun yang meminumnya akan merasa lebih lapar dan siap untuk makan.

Photo: PxHere

Seperti dilansir dari Tidesepola, Vermouth pertama kali muncul pada tahun 1786 di kota Turin, Italia. Seorang pedagang bernama Antonio Benedetto Carpano memutuskan membuat minuman untuk masyarakat kelas atas.

Menganggap bahwa anggur yang diminum terlalu mentah untuk selera kalangan tersebut, Antonio memutuskan menciptakan sesuatu yang lebih ringan. Beberapa hal dicoba, hingga akhirnya ia menanamkan anggur dengan spesies berbeda, serta menambahkan sedikit brandy guna meningkatkan rasa.

Hasilnya, minuman buatan Antonio menjadi populer. Tokonya pun terkenal dalam waktu singkat. Alhasil, ia sibuk sepanjang hari untuk memasok minumannya. Jenis minuman milik Antonio disebut vermouth merah atau rosso.

Baru pada era 1800-an, vermouth putih diproduksi oleh seorang pria asal Prancis bernama Joseph Noilly. Minuman ini berbasis anggur putih dan menghasilkan tekstur yang jauh lebih kering ketimbang vermouth rosso.

Sejak saat itu, beberapa gaya dan rumah wine telah menyalin gagasan tentang anggur rasa dan fortifikasi. Ada yang rasanya lebih manis, lebih kering atau lebih harum.

Vermouth menggunakan alkohol netral yang terbuat dari berbagai jenis buah anggur. Anggur putih ini kadar alkoholnya cenderung rendah.

Photo: wikimedia commons

Karamel ditambahkan untuk memberi warna dan gula, lalu di-infuse dengan berbagai rempah-rempah seperti cengkeh, kayu manis, kina, jeruk, chamomile, jahe, kapulaga, juniper, marjoram, atau ketumbar.

Style vermouth
Ada dua style vermouth yang dikenal di dunia. Pertama adalah rosso, gaya Turin atau Italia. Berikutnya bianco, gaya dari Marseille, Prancis.

Vermouth rosso biasanya terasa manis, dan cukup soft. Ini digunakan dalam cocktail seperti Manhattan, serta mereka yang mencari rasa manis dan pahit pada waktu bersamaan. Sedangkan vermouth putih lebih kering dan cenderung beraroma jeruk. Style ini dipakai dalam cocktail bernama Martini.

Pada dasarnya, vermouth bisa langsung Anda minum dari botol, baik didinginkan terlebih dahulu atau tidak. Walau di beberapa restoran dan bar di Amerika Serikat, vermouth lebih sering disimpan untuk digunakan ke dalam pembuatan cocktail. [GP]

SHARE