Perawatan di Rumah Lebih Baik untuk Penderita Kanker - Male Indonesia
Perawatan di Rumah Lebih Baik untuk Penderita Kanker
MALE ID | Sex & Health

Bagi penderita kanker menurut kebanyakan orang lebih baik dirawat di rumah sakit. Tetapi sebuah penelitian berkata lain. Penderita kanker stadium akhir dikatakan lebih baik dirawat di rumah.

penderita kanker Photo by hd on Unsplash

Mengutip laman Mirror, bahwa sebuah penelitian di Jepang telah mengamati lebih dari 2.000 pasien, yang terdiri dari mereka yang menerima perawatan paliatif berbasis rumah sakit dan berbasis rumah. Dokter Juni Hamano, dari University of Tsukuba di Jepang, dan rekannya melihat masalah ini dengan mempelajari lebih dari 2.000 pasien, yang terdiri 1.582 yang menerima perawatan paliatif di rumah sakit dan 487 menerima perawatan paliatif rumahan.

Mereka mengungkapkan bahwa untuk penderita kanker stadium akhir, melalui pengobatan dirumah, cenderung dapat hidup lebih lama dibandingkan dirumah sakit. "Secara signifikan mereka dapat bertahan hidup lebih lama dibandingkan di rumah sakit, bahkan setelah disesuaikan untuk pasien 'karakteristik demografi dan klinis' serta faktor lainnya," ujar Hamano.

Ia pun menjelaskan, bahwa umumnya pasien kanker dan pihak keluarga khawatir dengan kualitas perawatan medis dirumah, karena keterbatasan itulah mereka takut untuk membawa pasien untuk drawat dirumah. Bahkan Hamano mengungkapkan temuannya terkait kematikan pasien yang mengidap kanker saat berada di rumah tidak benar-benar memiliki pengaruh nagatif.

"kematian pasien di rumahnya tidak benar-benar memiliki pengaruh negatif pada kelangsungan hidup pasien kanker sama sekali, dan bisa disarankan bahwa pasien dan keluarga dapat memilih tempat peristirahatan terakhir mereka dalam preferensi dan nilai-nilai," ungkap dia lagi. 

Pasien, keluarga, dan dokter, kata dia melanjutkan, harus yakin bahwa perawatan rumah sakit yang seperti di rumah tidak memperpendek umur pasien, bahkan semoga mencapai bertahan hidup lebih lama.

Seperempat dari Seluruh Dunia Penderita Kanker adalah pria

Pria memiliki kemungkinan meninggal dunia karena kanker 50% lebih tinggi dibandingkan wanita, hal ini menurut global statistic yang baru. Data yang dipublikasikan Cancer Research UK menunjukkan bahwa lebih dari 4,6 juta pria meninggal karena disebabkan kanker setiap tahunnya.

Kemudian, data yang dikumpulkan oleh the International Agency for Research on Cancer juga menunjukkan lebih dari 14 juta orang diseluruh dunia didiagnosa kanker setiap tahunnya. Pria hampir seperempat lebih didiagnosis dengan penyakit kanker dibanding wanita.

Maka dari itu, Anda harus berhati-hati dengan penyakit ini. Karena dari sekian banyak penyakit yang kerap menyerang pria, salah satunya adalah kanker. Dan gaya hidup lagi-lagi menjadi peran penting dalam menyumbah timbulnya penyakit ini. **SS

SHARE