Rambo: Last Blood, Balas Dendam Veteran Perang - Male Indonesia
Review Film
Rambo: Last Blood, Balas Dendam Veteran Perang
MALE ID | Review

Sylvester Stallone kembali bermain dalam film Rambo. Di film baru berjudul Rambo: Last Blood, ia masih memerankan karakter John Rambo. Film bergenre action thriller ini adalah garapan sutradara Adrian Grunberg, dan diproduseri oleh Avi Lerner, Kevin King Templeton, Yariv Lerner, serta Les Weldon.

Adrian Grunberg sendiri sebelumnya lebih dikenal sebagai asisten sutradara di berbagai film aksi Hollywood. Seperti Edge of Darkness, Narcos, Man of Fire, dan Collateral Damage. Film Rambo: Last Blood merupakan karya kedua Grunberg sebagai sutradara, setelah Get the Gringo di tahun 2012 silam.

Sedangkan sang tokoh utama, memang kerap bermain di film yang memiliki sekuel. Baik itu Rambo, Rocky, The Expendables, dan Creed. Menariknya, dalam Festival Cannes 2019, ia mengatakan akan melanjutkan perannya sebagai Rambo apabila film kelima ini mendulang sukses.

Pada Rambo: Last Blood, Sylvester Stallone (as John Rambo) dikisahkan tinggal di rumah peternakan di kawasan Arizona, Amerika Serikat. Di peternakan itu, ia hidup bersama Maria Beltran (diperankan Adriana Barraza), teman lamanya, serta gadis muda bernama Gabrielle (Yvette Monreal).

Kehidupan sehari-hari mereka berjalan tenang pada awalnya. Rambo dan Gabrielle sering menghabiskan waktu dengan berkuda di sekitar peternakan. Bahkan Rambo mengizinkan Gabrielle mengadakan pesta bersama teman-temannya di ruangan rahasia yang sebelumnya tak boleh dimasuki oleh siapa pun.

Sayangnya ketenangan itu berubah menjadi petaka. Bermula dari keinginan Gabrielle yang mendapati informasi dari temannya bahwa ayahnya tinggal di Meksiko, ia memutuskan untuk menemuinya.

Baik Rambo dan Maria tak setuju dengan niat Gabrielle karena kelakuan buruk sang ayah di masa lalu. Namun Gabrielle bersikeras pergi ke Meksiko dengan mengendarai mobil tanpa sepengetahuan keduanya.

Nasib Gabrielle di Meksiko bagaikan pepatah sudah jatuh tertimpa tangga. Ia tak diakui lagi oleh ayahnya. Temannya pun berkelakuan busuk, menjual Gabrielle ke kartel pimpinan Hugo Martinez agar dijadikan pekerja seks komersial.

Rambo yang mengetahui hal itu tak tinggal diam. Dengan segala upaya dan perjuangannya, ia membawa kembali Gabrielle pulang. Naas, di tengah perjalanan, Gabrielle meninggal dunia akibat siksaan para anggota kartel.

Sedih, kecewa, dan marah. Itulah yang dirasakan Rambo usai Gabrielle tiada. Ia pergi ke Meksiko, berniat menghabisi satu per satu kartel Hugo Martinez demi membalaskan kematian Gabrielle.

Apa yang disajikan dalam Rambo: Last Blood barangkali bisa dibilang berbeda dari seri Rambo sebelumnya. Sebab, banyak sekali darah dan adegan sadis diperlihatkan. Seolah sang sutradara mengemas film ini bagi para penikmat film gore.

Di sisi lain, setiap aksi Sylvester Stallone akan membangkitkan nostalgia. Usianya memang tak lagi muda, namun ia tetaplah layak memerankan karakter Rambo. Keseruan dan ketegangan akan sangat terasa hingga menjelang akhir film.

Jangan sampai ketinggalan menyaksikan film Rambo: Last Blood di bioskop kesayangan Anda. Dijamin seru! [GP]

SHARE