Dunia Film Angkat Tyler Perry dari Kemiskinan - Male Indonesia
Dunia Film Angkat Tyler Perry dari Kemiskinan
Sopan Sopian | News

Setiap publik figur tidak selamanya memiliki masa lalu cerah. Sebagian dari mereka ada yang bermula dari masa lalu yang sulit. Seperti halnya Tyler Perry.

Photo: Surtsicna/Wikipedia

Keluarga Perry memang tidak menyenangkan. Ayahnya, seorang tukang kayu, mesti mengangsur rumah kecil di New Orleans sebesar US$116 (sekitar Rp 1,2 juta) sebulan selama 30 tahun.

Ayahnya suka memukuli sampai Perry ingin bunuh diri. Begitu benci ia dengan ayahnya sampai ia mengubah namanya. Orang tuannya memberi nama Emmitt R. Perry, Jr., sama dengan nama ayahnya. Agar ingatan tentang ayahnya hilang, ia mengganti sebagai Tyler Perry.

Masa kecil yang sulit justru menjadi inspirasi baginya untuk bangkit. Kini Tyler Perry dikenal sebagai salah satu tokoh penting di dunia hiburan. Ia adalah seorang penulis naskah, aktor, sutradara, sekaligus produser yang memiliki nama besar di jagat dunia hiburan Amerika Serikat.

Masa lalunya yang sulit, ia pernah tinggal di mobil sedannya karena kehabisan uang. Perry juga sering menerima penolakan dari rumah produksi terkait keinginannya memfilmkan salah satu pertunjukannya (Diary of a Mad Black Woman) pada awal tahun 2000.

“Seorang kulit putih di salah satu studio besar duduk di bangkunya dan mengatakan kepadaku ‘orang kulit hitam pergi ke gereja, bukan ke bioskop, jadi ide ini (membuat film) tidak akan pernah suksesi,” kenang Perry. 

Sejak saat itu, Perry berusaha mementahkan omongan si produser. Dia yakin audiens (kulit hitam) yang sebelumnya tidak diprioritaskan juga butuh tontonan. Dia lalu mulai bekerja membuat film dan program televisi yang dikhususkan bagi kulit hitam. Omongan sang produser pun tidak pernah terbukti.

Memiliki masa kecil yang cukup berat, Perry mencoba menulis sebagai langkah untuk menghapus traumatik yang pernah dialami. Ini ia ketahui lewat tayangan Oprah Winfrey Show. Jadilah dia mulai menulis dengan harapan dapat menjadi terapi sendiri baginya.

Dia lalu menulis sebuah surat untuk dirinya sendiri yang kemudian menjadi dasar dari naskah pertunjukan musik pertamanya, I Know I’ve Been Changed. Namun, pertunjukan itu rupanya tidak membuahkan hasil. Perry yang menghabiskan semua tabungannya senilai ratusan juta untuk memproduksi drama musikal itu justru harus menanggung kerugian.

Namun, bagaimanapun ia tidak menyerah. Dia terus memoles naskah pertunjukan itu hingga akhirnya beroleh sukses. Kesuksesan itu dia jadikan lompatan besar. Keuntungan penjualan tiket yang nilainya mencapai Rp 1,4 triliun ia gunakan untuk memproduksi drama lagi.

Dengan modal Rp77 miliar, Perry membuat film pertamanya yang berjudul Diary of a Mad Black Woman. Film ini memang tidak mendapat ulasan yang bagus dari para kritikus film. Tapi film itu tetap mendapat keuntungan sebesar Rp 702 miliar di Amerika Serikat.

Sejak saat itu, Perry terus membuat film. Selain film, Perry juga memiliki program televisi sendiri. Bahkan, acaranya yang berjudul The Haves and the Have Nots merupakan salah satu program yang tersukses di Oprah Winfrey Network (OWN) yang pernah ada.

Program ini tayang hingga musim ketujuh dan mulai mengudara sejak Januari 2019. Pundi-pundi kekayaannya bukan saja dari televisi atau pertunjukan panggung semata. Perry diketahui merilis beberapa buku. 

Penjualan buku-buku tersebut cukup lumayan. Buku pertamanya, Don’t Make a Black Woman Take Off Her Earrings: Madea’s Uninhibited Commentaries on Love and Life , dirilis tahun 2006. Buku itu terjual 30.000 kopi dan menduduki peringkat pertama di daftar penjualan terlaris versi New York Times Best Seller list .

Buku itu tetap bertengger di list tersebut selama 12 minggu dan bahkan dinobatkan menjadi Book of the Year, Best Humor Book tahun 2006 oleh Quill Awards. Menyusul kesuksesan buku pertamanya, buku kedua (Higher is Waiting) dipublikasikan pada November 2017 dan berada di peringkat kelima daftar New York Times Bestseller.

Kini, Perry diestimasi memiliki kekayaan mencapai Rp 8,4 triliun. Pencapaian ini tentu sangat hebat mengingat Perry mendapat pemasukan tidak hanya dari satu sumber, terlebih jika melihat latar belakangnya hingga bisa menjadi seperti sekarang.

Kekayaan Perry pastilah terus bertambah, mengingat angka Rp 8,4 triliun (USD600 juta) didapat pada tahun 2017. Perry juga akan terus berkarya meski usianya kini sudah memasuki setengah abad. *** (SS)

SHARE