Menjelajahi Sudut Kota Maastricht dalam Sehari - Male Indonesia
Menjelajahi Sudut Kota Maastricht dalam Sehari
Gading Perkasa | Relax

Maastricht adalah kota ujung selatan Belanda, berbatasan dengan Belgia dan Jerman. Kota ini punya banyak suguhan, dari wisata sejarah sampai belanja.

Photo: Bert Kaufmann/flickr

Meski berada di pinggiran Belanda, tak sulit mencapai kota Maastricht. Anda tinggal naik Intercity Train dari kota Amsterdam, Utrecht, atau Den Haag dengan waktu tempuh maksimal 2 jam.

Tak sedikit traveler sengaja mengunjungi Maastricht di sela-sela liburan mereka ke Belanda. Bukan tanpa sebab, Maastricht punya banyak sekali keunikan dan suguhan. Berikut beberapa tempat keren di Maastricht yang bisa Anda kunjungi dalam 1 hari.

Dominicanen Library
Maastricht adalah kota pelopor disulapnya bangunan bersejarah menjadi tempat umum layak kunjung. Dominicanen Library misalnya, gereja peninggalan abad ke-13 yang kini menjadi toko buku, perpustakaan dan kuliner. Di dalamnya terdapat kedai kopi di mana Anda bisa menikmati kopi sembari mencicipi pastry.

Gereja ini dibangun pada tahun 1294. Eksterior gereja masih sama seperti asli, terbuat dari batu kapur yang menghitam di beberapa bagian. Sama halnya dengan dinding bagian dalam.

Bangunan ini bertahan sebagai gereja hingga pada 1794, Maastricht beserta kota-kota lainnya di Belanda diinvasi Napoleon. Bangunan ini sempat difungsikan sebagai gudang, gedung arsip, bahkan area parkir khusus sepeda.

Kemudian, sekumpulan arsitek yang tergabung dalam Merkx dan Girod ‘menyulap’ bagian dalam gereja menjadi toko buku sekaligus perpustakaan. Sebuah bangunan baru dibuat di dalam gereja, berupa rak buku raksasa yang terdiri dari 3 tingkat. Pada 2008, Guardian mendaulatnya sebagai toko buku terbaik di dunia.

Reruntuhan Romawi di Hotel Derlon
Makan siang Anda di Kota Maastricht akan sangat berkesan. Sebab, Anda bisa mengagumi reruntuhan Romawi di bawah tanah. Kota ini ditemukan oleh Bangsa Romawi, sekitar 2.000 tahun silam.

Restoran ini menempati lantai basement Hotel Derlon. Berada di area basement, restoran itu sangat nyaman sekaligus mewah. Di tengahnya terdapat lahan seluas sekitar 8 x 6 meter, penuh reruntuhan bangunan Romawi.

Ada pula lukisan, foto dan sketsa peta Kota Maastricht di masa lampau. Lahan tersebut dibatasi oleh pagar kaca. Tiap reruntuhan diberi nomor dengan penjelasan di dinding kaca.

Restoran Beluga

Kota Maastricht juga jadi tujuan penggila wisata kuliner. Salah satu tempat mencicipi keberagaman gastronomi di Maastricht adalah Restaurant Beluga. Restoran peraih 2 bintang Michelin ini menyuguhkan sederet menu unik dan menggugah selera.

Restaurant Beluga terletak di Plein 1992, tepat di depan New Bridge yang membentang di atas Sungai Maas. Restoran ini digagas oleh Hans van Wolde, yang kini jadi chef utama di restoran tersebut.

Beluga terbagi jadi beberapa ruangan, termasuk lounge di bagian depan. Sedikit permainan cahaya membuat atmosfer Beluga terasa modern sekaligus hangat. Anda dapat memilih menu ala carte, atau menu yang terdiri dari 4-6 course. [GP]

SHARE