Hubungan Romantis Tanpa Aktivitas Seksual - Male Indonesia
Hubungan Romantis Tanpa Aktivitas Seksual
Gading Perkasa | Relationships

Hubungan romatis erat kaitannya dengan aktivitas seksual. Sering kali dalam hubungan, intensitas seks menurun atau bahkan hilang sama sekali karena sejumlah alasan. Pertanyaannya, apakah hubungan bisa terus berlanjut tanpa kehadiran rutinitas tersebut?

Photo by Ashley Schulze on Unsplash

Menurut terapis hubungan, Lisa Brateman, hubungan romantis bisa terus berjalan baik-baik saja tanpa aktivitas seksual tergantung dari beberapa faktor. Pertama, lamanya Anda dan si dia berhubungan. Kedua, seberapa santai Anda berdua tanpa bercinta.

Setelah melewati waktu tertentu, normal bagi pasangan bila intensitas bercinta menurun. Hal ini terjadi karena rasa nyaman semakin menguat antara satu dan lainnya. 

“Mereka berdua berkomitmen satu sama lain dan mereka jatuh ke dalam pola itu,” kata Brateman, seperti dilansir dari Refinery29.

“Tentu ada beberapa cara agar pasangan dapat intim secara fisik dan emosional tanpa berhubungan seks, dan penting untuk mempertahankannya. Anda harus memiliki semacam keintiman, kalau tidak itu hanya persahabatan,” katanya lagi.

Hubungan romantis akan bermasalah tanpa rutinitas bercinta bila salah satu pihak membutuhkannya dalam intensitas yang lebih banyak. Sementara mungkin saja Anda tidak merasa bahwa hal itu menjadi prioritas utama.

Dan, ini benar-benar hanya mendatangkan masalah jika pasangan Anda benar-benar ingin melakukan lebih banyak hubungan intim, namun berbenturan dengan Anda yang lelah usai seharian bekerja dan berniat untuk beristirahat.

“Terkadang orang sangat ingin bersama seseorang sehingga mereka akan menerima persyaratan apa pun. Tetapi kemudian, mereka menjadi milik mereka sendiri, dan berpikir, ini penting baginya. Ia memiliki perasaan dan dorongan itu,” tutur Brateman.

Tentu saja, ini dapat menyebabkan stres dan kekacauan emosional bagi pihak yang bertanya-tanya mengapa pasangan tidak ingin berhubungan intim. Seiring waktu, kebencian dapat tumbuh, dan hubungan kurang harmonis karena merasa mendapat penolakan.

Oleh karena itu, komunikasi yang tepat sangat penting dalam situasi semacam ini. Tujuannya adalah membuat nyaman bagi kedua belah pihak, mengingat turunnya intensitas berhubungan intim terjadi karena banyak faktor, seperti masalah kesehatan, stres, cemas, dan lain-lain.

“Ini hal yang sulit dibicarakan dengan jujur, tetapi lebih sulit untuk tidak membicarakannya,” kata Brateman. [GP]

SHARE