BJ Habibie, Sosok Berjasa Bagi Tanah Air - Male Indonesia
BJ Habibie, Sosok Berjasa Bagi Tanah Air
Gading Perkasa | Story

Sosok BJ Habibie tak asing lagi bagi rakyat Indonesia, bahkan dunia internasional. Presiden ke-3 RI ini dikenal akan setiap karyanya.

Photo: wikimedia commons

Kini, pemilik nama lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie ini telah tiada. Namun, sosoknya yang bersahaja dan karya ciptaannya akan selalu dikenang di hati kita semua.

Punya gelar sangat panjang
Menempuh pendidikan di dalam dan luar negeri, BJ Habibie punya nama dan gelar yang cukup panjang. Jika dituliskan nama beserta gelarnya akan menjadi Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie.

Ia menempuh pendidikan sarjana di Institute Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, usai menyelesaikan pendidikan SMA di Gouverments Middlebare School.

Dengan beasiswa dari pemerintah yang kala itu dipimpin Presiden Soekarno, Habibie melanjutkan pendidikannya ke Jerman.

Lulus dengan predikat sempurna
Mendapat beasiswa, Habibie menyelesaikan studinya di Rhein Wesfalen Aachen Technische Hochschule, dengan jurusan Teknik Penerbangan yang spesialisasinya pada konstruksi pesawat.

Ia lalu mendapat gelar Diploma In dengan predikat cumlaud alias sempurna. Melanjutkan pendidikan doktoralnya di universitas yang sama, ia menerima gelar Dr Ingenieur dan lagi-lagi lulus dengan predikat summa cumlaude atau sangat sempurna.

Sosoknya diakui oleh negara lain
Saat di bangku sekolah di Jerman, Habibie mencetuskan rumus untuk menghitung crack progression on random. Rumus ini kemudian disebut dengan Faktor Habibie.

Tak menjadi sembarang rumus, karya Habibie diakui oleh lembaga internasional. Sebut saja Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Luar Angkasa Jerman), The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de I’Air de I’Espace (Prancis), serta The US Academy of Engineering (Amerika Serikat).

Bahkan, ia memperoleh penghargaan sebagai guru besar di ITB dan penghargaan Edward Warner Award dan Theodore Van Karman Award.

Memimpin jalannya masa reformasi
Habibie menjabat sebagai presiden menggantikan Soeharto pada tahun 1998. Masa Orde Baru selesai, Habibie memimpin jalannya masa reformasi.

Bahkan, kala itu ia menamai kabinetnya dengan sebutan Kabinet Reformasi Pembangunan. Selama 17 bulan, ia berkesempatan menjadi orang nomor satu di tanah air. Selamat jalan Presiden RI ke-3, BJ Habibie. Namamu akan selalu diingat oleh masyarakat Indonesia. [GP]

SHARE