Adaptive Leadership Bersama Agile Circle - Male Indonesia
Adaptive Leadership Bersama Agile Circle
Gading Perkasa | Whats Up

Perkembangan manusia, serta kepemimpinan adaptif adalah faktor yang membuat sebuah perusahaan maju. Hal ini disampaikan Shalini Matai, Direktur PT Ananta Universal pada pertemuan Agile Circle Indonesia dengan tema “Adaptive Leadership & Corporate Startups”.

Photo: Gading Perkasa/male Indonesia

Shalini menuturkan, kepemimpinan adaptif di era disrupsi teknologi sangat dibutuhkan. Sebab ini berarti dapat menyesuaikan diri dengan kondisi.

“Saat ini kita hidup dalam ‘VUCA World’. Volatile (mudah berubah), uncertainty (tidak pasti), chaos (kacau), serta ambiguity (tidak jelas). Dalam kondisi tersebut, kepemimpinan adaptif diperlukan,” tutur Shalini.

Agility mendukung terciptanya kepemimpinan adaptif yang tidak sebatas mengandalkan pemimpin sebagai pemecah masalah, melainkan juga seluruh anggota tim.

“Tantangan dari masa ke masa terus berubah dan kita harus hadapi itu. Dengan menerapkan kepemimpinan adaptif, seorang pemimpin dapat melihat gambaran yang lebih besar. Selain itu, kita dituntut menghadapi konflik, bukan memendamnya,” ucap dia.

Photo: Gading Perkasa/male Indonesia

Seorang pemimpin adaptif, lanjut Shalini, juga harus memiliki kemampuan mengelola stres, bisa bekerja sama demi memecahkan masalah, serta terhubung dengan tujuannya.

Kekacauan bisa terjadi sepanjang proses penerapan adaptive leadership. Namun hal itu dinilai wajar oleh Shalini. Rasa kesal adalah proses maju ke tingkatan yang lebih tinggi.

“Buatlah ruang Anda, beri diri Anda selama 6 detik untuk bernapas dan memikirkan pelajaran yang dipetik dalam masa ketidaknyamanan tersebut. Pikirkan yang ingin dicapai, resapi nilai-nilai yang Anda yakini selama ini, dan refleksikan apa yang sudah terjadi dan bagaimana ke depannya,” katanya. [GP]

SHARE