Saat Serigala Buas Memangsa Ratusan Manusia - Male Indonesia
Saat Serigala Buas Memangsa Ratusan Manusia
Gading Perkasa | Story

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana hewan-hewan buas menyerang sekelompok orang hingga menyebabkan bencana mematikan?

Photo: Public Domain Pictures

Barangkali Anda hanya menemuinya di cerita fiksi, namun ini adalah kisah nyata yang diterbitkan oleh New York Times pada tahun 1911. Kisah tragis itu berjudul “Wolves Kill Bridal Party: Only Two Escape Out of 120 in Asiatic Russia.”

Kala itu, sejumlah 120 orang yang terdiri dari pria, wanita, dan anak-anak berkumpul di desa Obstipoff untuk merayakan pesta pernikahan. Segera setelah upacara pertunangan, seluruh rombongan menaiki kereta kuda sejauh 32 kilometer ke kota terdekat Tashkent (sekarang ibukota Uzbekistan), di mana perjamuan akan diadakan.

Akan tetapi, rombongan itu tidak beruntung. Pasalnya, ketika kereta tengah melintasi gurun es di St Petersburg, sesuatu yang tak pernah terbayangkan terjadi.

Mereka melihat awan hitam turun dari bukit. Tanpa mereka sadari, ‘awan hitam’ tersebut adalah kawanan serigala kelaparan yang mencari mangsa. Akibatnya, kuda-kuda itu ketakutan dan mulai berlarian ke kota, sementara serigala terus mengejar mereka.

Karena kelelahan, serigala berhasil menyusul kuda paling lambat dan mulai menerkamnya, dan semakin banyak serigala bergabung dalam pengejaran.

Dilanda panik dan ketakutan, orang dewasa mengorbankan anak-anak untuk mengurangi muatan. Tragis, anak-anak itu langsung habis dilahap oleh serigala yang kelaparan.

Dalam kurun waktu satu jam, 29 dari 30 kereta luncur dikuasai oleh serigala kelaparan, dengan mengamuk mereka terus menyerang.

Hanya kereta luncur pengantin yang muncul tanpa cedera, sampai akhirnya mereka mengorbankan penganti wanita. Tak terima pasangannya akan dikorbankan ke serigala, pengantin pria menolak. Hingga akhirnya mereka saling lempar.

Mereka yang terjatuh habis dikoyak kawanan serigala yang kelaparan, sedangkan beberapa lainnya masih dalam kondisi mencekam. Namun, karena kereta semakin ringan, sebagian dari kuda-kuda itu bisa meloloskan diri dan melesat dengan cepat.

Pada akhirnya, tidak semua orang dan kuda tersebut yang selamat dari maut. Mereka yang berhasil lolos dari amukan kawanan serigala hanya dua pria. Artinya, dari 120 orang asal Obstipoff yang menuju Tashkent, 118 meninggal dunia. Kedua pria yang selamat dalam kondisi semi-demensia. [GP]

SHARE