Masih Banyak Orang Enggan Tinggalkan Windows 7 - Male Indonesia
Masih Banyak Orang Enggan Tinggalkan Windows 7
Gading Perkasa | Digital Life

Dukungan keamanan sistem operasi Windows 7 akan berakhir di awal tahun 2020. Artinya, perangkat dengan sistem operasi ini akan segera menjadi target kejahatan siber.

Photo: Pixabay

Sayangnya, informasi terbaru menyebutkan kalau banyak perangkat yang masih enggan berpindah dari sistem operasi Windows 7. Padahal pengumuman usia akhir dari Windows 7 sudah sejak bulan Maret 2019. Selama ini, Microsoft juga tidak membebankan biaya untuk proses update dari Windows 7 ke Windows 10.

Seperti dinukil dari Tech Radar, ahli keamanan dari Kaspersky mengungkapkan fakta banyak perangkat dari kalangan bisnis yang masih bertahan di sistem operasi Windows 7.

Sebelumnya, peneliti di Kaspersky menggunakan Kaspersky Security Network untuk mengetahui sistem operasi yang dipakai seluruh pelanggannya. Terungkap bahwa 41 % perangkat pengguna masih memakai sistem operasi lama, termasuk Windows XP dan Vista, di mana dukungannya sudah dicabut Microsoft pada 2017 lalu.

Untuk sistem operasi Windows 7, Kaspersky menemukan 40 % pengguna dari kalangan usaha mikro atau very small business (VSB), 48 % kalangan usaha kecil dan menengah atau small medium business (SMB) masih menggunakannya.

Angka ini justru berbanding terbalik dengan jumlah perangkat yang masih memakai Windows 8 atau 8.1. Diketahui, sistem operasi tersebut sudah dicabut dukungannya sejak 2016. Pihak Kaspersky mengatakan, banyak pengguna di sistem operasi ini melewatkan masa periode free update dari Microsoft.

Manager Enterprise Solutions Kaspersky, Alexey Pankratov menyebut dalam laporan Kaspersky bahwa biaya upgrade yang tinggi masih jadi alasan mendasar konsumen enggan melakukan update sistem operasi.

“Sistem operasi yang sudah lama tidak menerima patch memberikan risiko terhadap keamanan siber. Biaya dari insiden ini akan lebih besar ketimbang biaya upgrade sistem operasi,” kata Pankratov.

“Karena itu, kami merekomendasikan pengguna untuk melakukan migrasi ke versi yang menerima dukungan serta memiliki sistem keamanan baru,” katanya lagi.

Dari hasil riset sebelumnya, organisasi bernama Net Applications merilis laporan bahwa Windows 7 masih berkontribusi sebesar 40 % dari total pasar desktop. [GP]

SHARE