Penelitian: Banyak Fakta Seks yang Mengejutkan - Male Indonesia
Penelitian: Banyak Fakta Seks yang Mengejutkan
Sopan Sopian | Sex & Health

Karena masih dianggap hal yang tabu, seks sering kali disalahpahami oleh banyak orang di Indonesia. Banyak informasi yang simpang siur dan “mitos” yang jelas-jelas salah tentang seks. Tetapi lain hal bagi mereka yang hidup di negera lain yang lebih open minded.

Photo by Valeria Boltneva from Pexels

Beberapa hasil studi dari peneliti di berbagai negara, yang berkaitan dengan seksual pasti bikin Anda geleng-geleng kepala. Misalnya saja ejakulasi disebut-sebut bisa sembuhkan orang yang demam. Tak cukup itu, mengutip Askmen, setidaknya ada lima fakta seks yang mengejutkan dari penelitian tentang seks yang bisa Anda pahami.

Wanita Ingin Berhubungan Seks di Tengah Malam
Tepat pukul 23.21 WIB, wanita sangat menginginkan berhubungan seksual. Menurut 2.300 orang yang diwawancarai lewat Lovehoney mengungkapkan, wanita paling menginginkan seks sebelum tidur. Di saat itu, hormon seksnya sangat bagus sehingga membuatnya mudah terangsang.

Ejakulasi Bisa Sembuhkan Demam
Peneliti Iran Sina Zarrintan menyebutkan, berhubungan intim menjadi obat flu tradisional yang aman. Sebabnya, saat berhubungan seks ada sistem saraf simpatik, kemudian menyempitkan pembuluh darah. "Pasien dapat menyesuaikan jumlah hubungan seksual atau masturbasi, tergantung pada tingkat keparahan gejalanya," tuturnya.

Orang Pernah Berhubungan Seks di Tempat Kerja
Sekira 13% orang pernah berhubungan seks di tempat kerja. Kebanyakan orang tergoda karena fantasi seksnya, bisa nyaman bercinta di sudut lemari, sudut meja, atau bilik toilet. Kebiasaan ini bahkan telah disurvei oleh Ann Summers.

Mayat Bisa Klimaks
Setelah kematian, menstimulasi saraf sakral tulang belakang dapat memicu refleks orgasme, seperti refleks Lazarus. Itu dapat mengaktifkan mayat, terlebih saat menyilangkan tangan di dada.

Kaus Kaki Bantu Mudahkan Orgasme
Kaus kaki ternyata dianggap meningkatkan orgasme. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Holstege, pasangan diminta untuk meredupkan lampu saat berhubungan seks. Lalu mereka dimintai untuk menstimulasi di dalam pemindai otak.

Beberapa pasangan diberikan kaus kaki dan merasakan sensasi orgasme. Ternyata 80 persen pasangan berhasil klimaks, alasannya bukan karena kaus kakinya. Uniknya, wanita merasa aman dan percaya diri, tepatnya terhindar dari aroma tak sedap alias bau kaki. *** (SS)

SHARE