Bulan Purnama Punya Pengaruh Kualitas Tidur Anda - Male Indonesia
Bulan Purnama Punya Pengaruh Kualitas Tidur Anda
Sopan Sopian | Sex & Health

Sejak zaman Romawi, manusia kerap menghubungkan terjadinya bulan purnama dengan perilaku yang aneh. Tak cuma perilaku yang aneh, namun bulan purnama ini dianggap bisa berpengaruh dengan pola tidur seseorang, meningkatkan emosi seseorang, bahkan meningkatkan kejahatan, dan lainnya.

Gambar oleh Wokandapix dari Pixabay

Ada satu kepercayaan bahwa fase bulan, khususnya bulan purnama, dapat menyebabkan gangguan tidur. Bulan purnama diyakini membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap insomnia. Lalu, apa alasannya bulan purnama bisa memengaruhi kualitas tidur?

seperti dilansir Medical News Today, pengaruh fase bulan purnama terhadap kualitas hidup mungkin bukan hanya sekedar isapan jempol. Meski studi yang tersedia masih berskala kecil, studi-studi ini berhasil menemukan fase bulan purnama dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang.

Salah satu di antaranya adalah sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Sleep Medicine pada 2014. Dalam studi ini, tim peneliti melakukan penilaian terhadap kualitas tidur 319 partisipan di tiap-tiap fase bulan.

Hasil studi menunjukkan bahwa para partisipan memiliki efisiensi tidur yang lebih rendah selama fase bulan purnama. Pada fase bulan purnama, para partisipan cenderung lebih lama terjaga ataupun lebih jarang tertidur nyenyak.

Studi lain yang dilakukan pada 2013 lalu oleh Christian Cajochen dan tim juga menemukan hal serupa. Studi yang melibatkan lebih dari 30 partisipan ini menunjukkan adanya pengaruh fase bulan purnama terhadap kualitas tidur meski para partisipan tidur di ruang gelap tanpa jendela.

Studi ini mulanya tidak berfokus pada bulan purnama. Akan tetapi, tim peneliti menyadari adanya perubahan struktur tidur, aktivitas otak selama tidur, dan juga kadar melatonin dan kortisol pada partisipan ketika tidur di saat bulan sedang berada pada fase purnama.

Tim peneliti mengungkapkan bahwa sebelum dan sesudah bulan purnama, para partisipan membutuhkan waktu lima menit lebih lama untuk tidur. Para partisipan juga memiliki durasi tidur sekitar 20 menit lebih pendek.

Di samping itu, selama fase bulan purnama para partisipan tidak tidur senyenyak biasanya. Kadar melatonin para partisipan pun tampak menurun saat bulan mulai mendekati fase purnama. Tim peneliti belum bisa mendapatkan penjelasan pasti terkait pengaruh bulan purnama terhadap kualitas tidur.

"Siklus bulan tampaknya mempengaruhi tidur manusia, bahkan ketika seseorang tidak melihat bulan dan tidak mengetahui fase bulan yang sedang terjadi," ungkap Cajochen kepada BBC.

Dalam penelitian lain dari laman Health, peneliti Swiss yang mengumpulkan data dari 33 orang dan membandingkannya dengan data dari 33 orang dan membandingkannya dengan pola tidur saat bulan purnama.

Mereka menemukan bahwa empat hari sebelum dan sesudah bulan purnama, peserta mengalami penurunan tidur lelap sampai 30 persen. Penelitian juga menemukan bahwa peserta memiliki hormon melatonin yang rendah.

Mengutip Coach, hal ini juga disebabkan oleh adanya hipotesis gravitasi. Tubuh manusia terdiri dari 55-60 persen air. Sama seperti lautan, bulan juga memengaruhi tubuh manusia.

"Efek maksimum pada pasang surut laut adalah peningkatan gelombang sampai 10 cm, sehingga efeknya pada manusia semakin kecil. Manusia tidak sebesar planet ini sehingga efeknya cenderung tak diperhatikan," kata Profesor Alan Duffy, astronom Universitas Swinburne.

Duffy mengungkapkan bahwa tarikan gravitasi bulan purnama mirip dengan bulan baru tak dirasakan dan dilihat. Selain soal teori tentang gravitasi, penyebab seseorang susah tidur saat bulan purnama adalah soal teori cahaya.

Teori soal cahaya ini dianggap lebih masuk akal karena cahaya memang terbukti bisa memengaruhi durasi dan kualitas tidur seseorang. Kualitas dan durasi tidur yang buruk bisa menyebabkan suasana hati buruk dan perilaku yang tak menentu.

Hanya saja, Duffy mengungkapkan bahwa ada kemungkinan cahaya bulan juga akan berkurang pengaruhnya dewasa ini. Pasalnya, lingkungan sekitar, khususnya yang tinggal di kota besar kini sudah diwarnai dengan polusi cahaya dari lampu jalan yang bersinar dan cahaya biru yang dipancarkan oleh ponsel dan komputer.

"Kita bisa jadi kurang tidur ketika lampu latar lebih terang. Sebenarnya ada yang lebih mengganggu tidur dibanding sinar bulan, yaitu sinar biru dari ponsel Anda. Anda mungkin akan mengalami tidur malam yang buruk karena memakai ponsel untuk mengecek bulan purnama, dibanding kurang tidur gara-gara pengaruh sinar bulan," jelas Duffy. *** (SS)

SHARE