Bom di Udara, Pesawat Amerika Mendarat Darurat - Male Indonesia
Bom di Udara, Pesawat Amerika Mendarat Darurat
MALE ID | Story

Pada 11 Agustus 1982, terjadi insiden pengeboman pesawat komersial. Maskapai Amerika Serikat, Pan Am, dibom saat tengah mengudara di langit Negeri Paman Sam.

bom - Male IndonesiaPhoto by HAL9001 on Unsplash

Pesawat dengan nomor penerbangan 830 tersebut berangkat dari Bandara Internasional Narita, Tokyo menuju Bandara Internasional Honolulu di Hawaii. Ketika berada dalam perjalanan di titik 225 km sebelah barat daya Hawaii dan terbang setinggi 11 km, tiba-tiba bom meledak.

Kapal terbang yang juga disebut ‘Clipper Ocean Rover’ itu mengalami kerusakan minor, namun pilot terpaksa harus melakukan pendaratan darurat. Ia berhasil mendarat di Honolulu. Aparat setempat kemudian buru-buru mengevakuasi para penumpang dan kru pesawat.

Dari total penumpang 273 orang, bom itu mengakibatkan seorang warga negara Jepang bernama Tour Ozawa tewas. Serta 16 orang lainnya luka parah, termasuk keluarga dari Ozawa.

Pemerintah AS menugaskan tim khusus untuk menginvestigasi siapa pelaku yang menaruh bom di pesawat. Setelah penyidikan bertahun-tahun, akhirnya diketahui bahwa pelakunya adalah warga Yordania bernama Mohammad Rashed.

Seperti dilansir dari The Guardian, Rashed adalah mantan letnan tinggi bagi Abu Ibrahim, pembuat bom Palestina yang membentuk 15 May. Faksi teroris yang diberi nama setelah tanggal pendirian Israel, dan dikenal karena membuat bahan peledak plastik canggih untuk diselundupkan dalam tas dan koper.

Abu Ibrahim, juga dikenal sebagai Husain Muhammad Al-Umari, berada dalam daftar teroris paling dicari oleh FBI.

Akhir pelarian
Rashed pada akhirnya ditangkap di Athena, Yunani pada tahun 1988. Pemerintah Yunani menolak permintaan sejumlah negara untuk mengekstradisi Rashed. Negara itu mengatakan jika pihaknya berwenang melakukan pengadilan terhadap sang pelaku bom.

Majelis Hakim Pengadilan Yunani menyatakan Rashed bersalah dan mempunyai peran dalam pengeboman pesawat Pan Am. Ia dijatuhi hukuman selama 18 tahun penjara. Setelah melalui proses banding, hukuman ini dikurangi menjadi 15 tahun.

Delapan tahun kemudian, pada 1996, Rashed dibebaskan karena berkelakuan baik saat menjalani masa tahanan. Namun kemudian Biro Investigasi AS (FBI) menangkap Rashed di tahun 1998 dan mengadilinya kembali.

Ia akhirnya dipenjara di bawah hukum tahanan AS dan baru dibebaskan tahun 2013. Total hampir 25 tahun, ia menjalani masa hukuman dari Yunani dan AS. [GP]

SHARE