Fitur Facebook yang Mulai Ikuti Jejak Instagram - Male Indonesia
Fitur Facebook yang Mulai Ikuti Jejak Instagram
Gading Perkasa | Digital Life

Facebook dikabarkan mulai melakukan uji coba dengan menghilangkan penghitungan jumlah like di sebuah unggahan. Informasi ini disebutkan oleh seorang peneliti software Jane Manchun Wong yang menemukan kode penghilangan like tersebut di aplikasi Facebook versi Android.

Photo: Thomas Angermann/flickr

Sebagaimana dilansir dari The Verge, Manchun menyebutkan jika kode di aplikasi Facebook itu akan menyembunyikan jumlah like dalam sebuah unggahan dari semua orang, kecuali si pengunggah sendiri.

Sementara, pengguna lain hanya akan melihat beberapa emoji reaksi dan catatan bahwa unggahan tersebut disukai oleh satu orang teman dan pengguna lain, alih-alih jumlah like.

Dalam konfirmasinya kepada Tech Crunch, pihak Facebook menyebut jika mereka memang tengah mempertimbangkan sebuah pengujian yang nantinya menghilangkan penghitungan like. Namun, pengujian ini belum mulai dilakukan.

Pengujian ini cukup masuk akal. Pasalnya, di awal tahun 2019, Instagram juga mulai menguji jumlah like yang disembunyikan dengan cara sama seperti penghilangan like Facebook.

Kini, like Instagram yang disembunyikan telah diperluas ke lebih banyak negara. Penghilangan ini pun tampaknya mendapatkan tanggapan positif dari pengguna Instagram.

Banyak orang tak setuju
Like sendiri telah menjadi fitur utama Facebook selama lebih dari satu dekade terakhir. Kendati demikian, tak seperti pengguna Instagram, fitur sembunyikan like di Facebook membuat pengguna internet terbelah. Ada yang setuju, namun tak sedikit pula menolak rencana perusahaan milik Mark Zuckerberg tersebut.

Mereka yang tidak setuju like dihilangkan merasa khawatir apabila unggahan mereka tidak mendapatkan banyak tanda like. Bahkan beberapa orang yang memanfaatkan jumlah like untuk kepentingan bisnis khawatir. Mereka menilai, fitur ini akan menurunkan engagement.

Dampak positif lebih banyak
Namun, ketika fitur ini diaplikasikan ke Facebook, ada kemungkinan dampak positif yang dihasilkan lebih besar ketimbang dampak negatif.

Survei Royal Society for Public Health mengungkap bahwa tombol like dianggap sebagai fitur paling ‘beracun’ dalam media sosial oleh pengguna di Inggris.

Hasil riset Royal Society for Public Health di Britania Raya menunjukkan adanya kelemahan dalam aplikasi media sosial seperti Facebook dan Instagram yang berubah menjadi destruktif untuk kesehatan mental para penggunanya. [GP]

SHARE