Tak Lolos Saat Wawancara Kerja, Ini Penyebabnya - Male Indonesia
Tak Lolos Saat Wawancara Kerja, Ini Penyebabnya
Gading Perkasa | Works

Menjelaskan alasan dipecat dari pekerjaan dalam sebuah wawancara kerja memang tak mudah. Mengingat kenyataan bahwa Anda dikeluarkan saja sudah menjadi stigma negatif. Anda tentu merasa kecewa, dan frustasi. Tapi, fase ini harus dilewati dan terkadang pihak perusahaan ingin tahu alasan kenapa kantor lama memecat Anda.

Photo by Johanna Buguet on Unsplash

Ada tindakan seimbang dalam psikologi tentang pemecatan. Pemecatan bisa terasa sangat berbahaya karena kehilangan penghasilan, identitas, dan rutinitas. Dampaknya pun cukup besar. Dan Anda harus menempatkannya dalam porsi seimbang.

Karena bukan pengalaman menyenangkan, maka jika Anda harus menjelaskan alasan dipecat dari pekerjaan sebelumnya saat wawancara, jangan tunjukkan ekspresi senang atau tersenyum. Perilaku ini akan membuat recruiter menilai kesalahan terletak pada Anda serta dianggap tidak profesional.

Jangan bertele-tele ketika menjelaskan
Bila Anda dipecat dari pekerjaan untuk sebuah alasan, katakan saja. Sebagai contoh, Anda secara konsisten terlambat ke kantor, bertengkar dengan rekan kerja, atau mangkir selama lima hari berturut-turut, jangan mencoba menghindari fakta.

Akan jauh lebih baik bila Anda menunjukkan bagaimana Anda telah move on. Menyembunyikan masa lalu terasa percuma, karena recruiter bakal menghubungi kantor lama tempat Anda bekerja dan menanyakan kinerja Anda.

Rahasia mengatasi kesalahan adalah berbagi bagaimana Anda menghadapi kelemahan. Apakah ketika dipecat dari pekerjaan, Anda bisa belajar dari pengalaman tersebut, atau ada gejala cacat karakter yang sulit diubah?

Setelah bisa mengatasi itu semua, jauh lebih mudah untuk menjelaskan alasan kenapa Anda dipecat dari pekerjaan sebelumnya, asalkan Anda sudah berubah menjadi lebih baik.

Jangan banyak drama
Seringkali dalam wawancara kerja, Anda akan merasakan dorongan kuat untuk menjelaskan mengapa Anda dipecat dari pekerjaan sebelumnya. Hindari menghina mantan atasan dan rekan kerja sebagai bagian dari cerita dan memposisikan Anda seolah satu-satunya korban.

Jangan banyak drama atau menganggap Anda sebagai korban tak berdaya. Perusahaan mencari orang yang bisa menyelesaikan masalah, bukan korban.

Terlepas dari keadaan atau perusahaan lama Anda, solusi apa yang bisa Anda berikan? Apa yang telah Anda pelajari dan bagaimana Anda berkembang? Terkadang kesalahan masa lalu diperlukan untuk menunjukkan komitmen lebih besar lagi.

Apapun alasan pemecatan, Anda tetap harus menjelaskannya. Tunjukkan bahwa Anda punya integritas tinggi. Bicarakan apa yang telah Anda pelajari, bagaimana Anda berubah, dan mampu memberi solusi pada tanggung jawab kerja selanjutnya. [GP]

SHARE