Grand Canyon, Destinasi Laris yang Penuh Bahaya - Male Indonesia
Grand Canyon, Destinasi Laris yang Penuh Bahaya
Gading Perkasa | Relax

Grand Canyon merupakan salah satu taman nasional pertama yang ada di Amerika Serikat. Ngarai besar ini tercipta dari aliran Sungai Colorado yang ‘membelah’ bebatuan selama jutaan tahun.

Photo: Pixabay

Kini, jalur sungai purba itu menyisakan pemandangan yang sangat eksotis, dilengkapi bebatuan besar menjulang dan terbentang sepanjang ratusan kilometer. Maka tak heran jika Grand Canyon menjadi tujuan para wisatawan dari seluruh dunia. Setiap tahunnya, diperkirakan enam juta wisatawan mengunjungi tempat ini.

Namun, liburan ke Grand Canyon butuh stamina yang besar, dan beberapa persiapan lain. Mengutip Travel Awaits, inilah yang harus MALEnials lakukan jika ingin mendaki di kawasan Taman Nasional Grand Canyon.

Rencanakan dengan matang dan kenali batasan
Ketinggian antara sisi utara dan selatan di Grand Canyon terbilang cukup jauh. Sisi selatan memiliki ketinggian 2.072 meter, sedangkan di utara 2.529 meter.

Suhu di sini juga terbilang cukup panas untuk kawasan Amerika Serikat, yaitu sekitar 38 derajat celcius. Bawalah persediaan air yang banyak sebelum mendaki Grand Canyon.

Pakaian yang nyaman
Untuk mendaki Grand Canyon, jangan kenakan pakaian berwarna hitam, karena ini akan sangat menyiksa Anda. Selain itu, gunakan topi agar kepala terlindungi dari sengatan sinar matahari.

Bawa persediaan makanan ringan
Mendaki Grand Canyon ibarat pesta untuk menyantap kudapan. Siapkan banyak makanan ringan, baik asin atau manis guna memompa stamina selama perjalanan.

Jangan abaikan ranger
Ranger atau petugas taman nasional adalah sosok yang harus dipatuhi selama berada di sana. Mereka sangat menguasai medan dan mengenali situasi. Tugas utama mereka adalah menjaga kawasan, namun keselamatan pengunjung juga menjadi perhatian ranger.

Berhati-hati di atas ngarai
Apa yang membuat Taman Nasional Grand Canyon begitu populer adalah keindahannya. Bayangkan, Anda berdiri di atas ngarai dengan pemandangan menakjubkan tanpa batas.

Ngarai ini memiliki ketinggian berbeda-beda dan sangat curam. Keistimewaan lainnya, tidak ada penghalang atau pagar pembatas. Sehingga tiap wisatawan bisa mendapatkan foto dan pengalaman tersendiri.

Namun itulah penyebab kematian banyak turis di Grand Canyon. Mayoritas dari mereka terlena dengan keindahan ngarai dan terus berjalan ke ujung. Tak melihat keadaan sekitar, mereka meninggal karena jatuh dari tebing. [GP]

SHARE