Malware yang Sempat Menghantui Pengguna Android - Male Indonesia
Malware yang Sempat Menghantui Pengguna Android
Gading Perkasa | Digital Life

Malware merupakan perangkat lunak yang dirancang dengan tujuan merusak dan menghancurkan jaringan di sebuah ponsel atau komputer. Perangkat ini juga dapat digunakan para peretas untuk mencuri data-data, serta informasi pribadi dari perangkat pengguna.

Photo: Christoph Scholz/flickr

Smartphone dengan sistem operasi Android termasuk rentan terhadap bahaya malware. Berikut daftar malware berbahaya yang sempat menghantui pengguna Android, mengutip dari berbagai sumber.

Svpeng

Awalnya, Svpeng merupakan ransomware Android yang bertindak menipu target dengan memblokir ponsel dan menampilkan pesan bertuliskan permintaan uang atas tindakan kriminal. Securelist memaparkan, cara lain virus ini menipu target, yakni menampilkan pengumuman dari FBI palsu untuk meminta ‘denda’.

CopyCat
CopyCat telah menginfeksi lebih dari 14 juta perangkat pada 2017 lalu. Google berupaya memblokir CopyCat dengan memperbarui Play Protect, namun jutaan pengguna terinfeksi malware tersebut melalui unduhan aplikasi third-party dan terkena phishing.

Malware ini juga dapat mengganti Referrer ID dalam aplikasi pengguna dengan ID mereka, sehingga setiap iklan akan mengirim pemasukan aplikasi ke hacker, alih-alih pembuat aplikasi.

Mazar
Mazar bisa mendapat hak administrator atas sebuah ponsel dan memungkinkan untuk melakukan panggilan atau membaca pesan. Pengguna akan mendapat spam pesan melalui SMS berisi tautan ke ‘apk’ berbahaya.

Jika pengguna mengklik tautan tersebut, secara otomatis file apk akan terunduh di Android mereka. Dari situ, pengguna mengunduh aplikasi baru yang memiliki nama serta pesan MMS.

Gooligan
Lebih dari satu juta perangkat Android terinfeksi Gooligan. Malware ini dapat membahayakan data dari akun Google dan memberi peretas akses ke Gmail, Google Photos, Google Docs, Google Play, Google Drive, dan aplikasi Google lain milik pengguna.

Gooligan menangkap informasi akun email dan token otentifikasi untuk mengakses akun Google. Penyerang menggunakan token tersebut dan memasang aplikasi tertentu dari Google Play pada perangkat yang telah terinfeksi demi meningkatkan pendapatan iklan aplikasi.

Droid Kungfu
Droid Kungfu pertama kali dikabarkan muncul pada 2011. Virus ini memiliki semacam backdoor untuk menghindar dari antivirus Android. Gizmoshub menuliskan, Droid Kungfu ditemukan peneliti AS dan dilaporkan bertujuan untuk mengumpulkan beberapa data dan informasi dari sebuah perangkat ponsel.

Invisible Man
Invisible Man bertindak sebagai aplikasi Flash Player palsu dan dapat memasang program berbahaya. Program ini bekerja sebagai key-logger dan mengumpulkan data informasi pengguna seperti akun bank, membaca pesan, hingga membuat dan mendengar panggilan telepon pengguna.

Agent Smith
Agent Smith merupakan malware yang baru-baru ini dikenal dan telah masuk ke 25 juta perangkat Android. Kebanyakan korban Agent Smith ada di wilayah Asia Selatan.

Dilansir dari ZDNet, Agent Smith memanfaatkan kerentanan dari dalam sistem operasi Android, dan mengganti aplikasi yang telah dipasang dengan aplikasi palsu berbahaya secara otomatis tanpa disadari pengguna.

Whatsapp dan Opera Mini adalah contoh dari beberapa aplikasi yang dimanfaatkan malware tersebut, dan dapat mencuri informasi pribadi dari pesan-pesan di ponsel sampai informasi bank.

HummingBad
HummingBad menyerang perangkat Android dengan drive-by-download. The Guardian melaporkan, malware mencoba mendapatkan akses ke sistem Android dengan akses root. Jika gagal, malware ini akan menipu pengguna, caranya memberikan notifikasi pembaruan yang palsu.

HummingBad dapat mengambil alih ponsel Android dengan mencuri dan menjual informasi pengguna, dari akun email hingga informasi bank pengguna. [GP]

SHARE