Varises di Bagian Testis, Berbahayakah Bagi Pria? - Male Indonesia
Varises di Bagian Testis, Berbahayakah Bagi Pria?
Gading Perkasa | Sex & Health

Penyakit varises biasanya terjadi di bagian kaki, tapi varises juga dapat menyerang orang intim pria. Pada pria, penyakit ini bisa terjadi di sekitar testis. Mungkinkah pria ereksi jika mengalami varises yang dikenal dengan sebutan varikokel?

Photo by icon0.com from Pexels

Varikokel sebenarnya merupakan pembesaran pembuluh darah di skrotum, kantung yang berisi testis. Ini mirip dengan penyakit varises di kaki.

Deborah Weatherspoon, PhD, RN, CRNA, perawat senior mengatakan varikokel ini biasanya tak menyebabkan masalah serius, tapi bisa memengaruhi kesuburan pria.

“Varikokel terjadi ketika pembuluh darah tertentu dalam skrotum menjadi membesar, karena kerusakan pada beberapa katup yang terlibat memompa darah. Ini memengaruhi sekitar 15 % pria, dan cenderung terbentuk antara usia 15 - 25 tahun,” tulis Weatherspoon, seperti dilansir dari Medicalnewstoday.

Menurut Weatherspoon, varikokel umumnya hanya memengaruhi satu sisi testis saja, umumnya sisi kiri. Penyebab pastinya hingga kini belum diketahui. Tapi, mungkin mirip dengan varises.

Weatheespoon mengatakan, varikokel memengaruhi jenis vena yang dikenal sebagai pleksus pampiniformis. Peran utama pleksus pampiniformis adalah mendinginkan darah arteri sebelum mencapai sperma. Ini dilakukan melalui mekanisme ‘pertukaran panas’.

Padahal, terciptanya sperma paling efisien ada di suhu sekitar 34,5 derajat Celcius, ketimbang suhu standar tubuh, 37 derajat Celcius. Apabila mengalami varikokel bisa mengganggu sistem pendingin. Ini akan mencegah testis memproduksi sperma berkualitas baik.

Varikokel jarang menyebabkan rasa sakit, tetapi apabila terjadi, rasa sakitnya mungkin lebih buruk saat berdiri atau aktivitas fisik. Rasa sakit juga bervariasi, dari tajam hingga nyeri tumpul, dan akan berkurang ketika berbaring telentang, memburuk seiring berjalannya hari

“Varikokel sering tidak diketahui, tetapi dokter mungkin memperhatikannya selama pemeriksaan medis,” ujar Weatherspoon.

Apabila Anda melihat tanda-tanda di bawah ini, segeralah mengunjungi dokter:

1. Setiap perubahan ukuran, bentuk, atau penampilan testis

2. Benjolan

3. Masalah kesuburan

4. Pembengkakan di skrotum

5. Vena yang menunjukkan luar biasa besar atau bengkok

Untuk pengobatan, Weatherspoon mengatakan pria tak membutuhkan perawatan kecuali jika merasakan rasa sakit dan ketidaknyamanan, jumlah sperma yang rendah, infertilitas selama setidaknya 2 tahun. Dalam kasus ini, pasien akan disarankan operasi. [GP]

SHARE