Studi: LDR Bikin Hubungan Kandas Hanya Mitos - Male Indonesia
Studi: LDR Bikin Hubungan Kandas Hanya Mitos
Gading Perkasa | Relationships

Banyak orang akan khawatir saat menjalani hubungan jarak jauh atau long distance relationship (LDR). Beberapa bahkan percaya bahwa hubungan seperti ini tidak akan bertahan lama. Sebab, jarak yang membentang rentan membuat hubungan kandas di tengah jalan.

Photo by Radu Florin from Pexels

Namun agaknya Anda harus membuang anggapan tersebut dari sekarang. Pasalnya, hubungan jarak jauh atau LDR lebih langgeng ketimbang hubungan yang ‘normal’. Kok bisa?

Seperti dilansir dari Times of India, sebuah studi dari penyedia sex toys, KIIRO menemukan bahwa hubungan jarak jauh justru memiliki tingkat keberhasilan sebesar 58 %.

Dalam studi ini, para peneliti melakukan survei pada 1.000 responden yang menjalani hubungan jarak jauh. Sebesar 27 % dari mereka bahkan mengaku belum pernah hidup bersama dengan pasangan mereka.

Kemudian, mereka ditanyakan terkait tantangan yang dirasakan saat menjalani hubungan jarak jauh. Mereka juga diminta menjawab manfaat yang diperoleh dari hubungan itu.

Menariknya, sebanyak 81 % responden mengaku bahwa pertemuan mereka jauh lebih intim dan istimewa ketika kembali bertemu. Di samping itu, 55 % peserta mengaku jarak membuat mereka menjadi lebih dekat dengan pasangan.

Di sisi lain, 7 dari 10 responden atau sebesar 69 % merasa hubungan jarak jauh membikin mereka berinteraksi lebih intens dengan pasangan. Jarak sama sekali tidak mengganggu komunikasi.

Lalu apa yang menyebabkan hubungan ini justru berhasil? Sebanyak 88 % dari peserta penelitian mengaku, perkembangan teknologi membuat jarak yang terpisah terasa dekat.

Buktinya, berdasarkan hasil studi, para responden rata-rata berbincang delapan jam seminggu melalui panggilan suara atau obrolan video. Mereka juga saling berbalas pesan teks sebanyak 343 kali setiap minggu.

Walau begitu, responden mengaku di empat bulan awal hubungan jarak jauh merupakan masa paling berat. Hubungan cenderung berubah lebih lancar setelah pasangan tetap bersama selama delapan bulan.

Adapun yang membuat hubungan terasa berat lantaran kurangnya keintiman fisik akibat terpisah oleh jarak, tidak aman, kesepian, dan sering berselisih karena perbedaan waktu. Ini menyebabkan komunikasi berkurang, dan masing-masing menganggap hubungan mereka bakal kandas di tengah jalan.

Kekhawatiran itu diakui oleh 66 % peserta penelitian. Meskipun sebagian lagi sudah tidak lagi menganggapnya sebagai masalah besar. [GP]

SHARE