Jenis Pantofel Berdasarkan Tingkat Keformalannya - Male Indonesia
Jenis Pantofel Berdasarkan Tingkat Keformalannya
Sopan Sopian | Looks

Mendengar kata pantofel, Anda pasti langsung membayangkan alas kaki formal yang sering dipakai untuk bekerja. Ternyata, pengertiannya yang sebenarnya malah cukup sederhana.

Gambar oleh Pexels dari Pixabay 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), artinya adalah alas kaki yang bagian atasnya tertutup (tanpa tali), mudah dipakai dan dilepas. Pengertian ini hampir mirip dengan makna dalam bahasa aslinya.

Diambil dari bahasa Belanda “Pantoffel“, artinya adalah alas kaki leher rendah yang bisa dipakai dan dilepas dengan mudah. Biasanya, ia lebih sering dipakai di dalam ruangan, bukan di lapangan.

Hanya saja, sepatu pantofel pria di Indondesia memang lebih identik dengan yang dipakai untuk acara-acara resmi. Di luar negeri, alas kaki model ini biasa disebut sebagai dress shoes.

Jenis Berdasarkan Keformalannya
Selain identik dengan formalitas, dress shoes juga lekat dengan bahan kulit dan ujung toe box berbentuk kotak. Tak heran jika kesan kaku dan jadul kerap menyertainya. Padahal sebenarnya, model sepatu pantofel pria berbeda-beda berdasarkan tingkat keformalannya. 

Anda pun tetap bisa tampil keren tanpa terlihat kaku memakainya. Beberapa model sepatu pantofel pria ini cocok dipadukan dengan setelan jas hingga tuksedo. Sedangkan lainnya lebih cocok dipakai dengan gaya smart casual yang lebih disukai kalangan profesional muda.

Wholecut/Cap-Toe Oxford
Wholecut/Cap-Toe Oxford merupakan model sepatu pantofel pria yang hampir tidak memiliki tambahan jahitan, brogue, dan motif lainnya. Desainnya yang simple inilah yang membuatnya terlihat semakin berkelas.

Oxford sendiri adalah model sepatu pantofel pria dengan pola tali model tertutup. Pasalnya, lapisan tempat eyelet dijahit dengan tongue di bawahnya. Tali ini hanya berfungsi untuk penyeimbang ruang di kaki. Tali model tertutup ini bisa membuat telapak kaki jadi lebih ramping.

Wholecut berarti ia hanya dibuat dari 1 potongan kulit, bukan beberapa potongan yang digabung. Sementara itu, cap-toe ditandai dengan aksen jahitan di toe box yang berbentuk horizontal.

Desain ini sangat direkomendasikan untuk acara paling formal. Ia cocok dikombinasikan dengan tuksedo, jas, blazer, sport coat, kemeja, celana bahan wol atau katun, dan dasi.

Semi-Brogue Oxford
Semi-Brogue Oxford tetap membuat pemakainya terlihat profesional, namun lebih santai dari wholecut/cap-toe Oxford. Seperti namanya, model sepatu pantofel pria ini merupakan kombinasi dari Oxford dan Brogue.

Brogue sendiri ditandai dengan motif berbentuk lubang yang berfungsi mengalirkan udara. Pada Semi-Brogue Oxford, lubang ini biasanya ada di bagian cap-toe dan jahitan di vamp-nya. Ciri khas lainnya adalah penggunaan beberapa potongan kulit dengan tepian bergerigi. Ia paling cocok dikombinasikan dengan setelan jas, blazer, sport coat, celana wol, atau jeans gelap.

Wingtip Oxford
Wingtip Oxford hampir mirip dengan Semi-Brogue Oxford. Hanya saja, bagian cap-toenya berbentuk wingtip. Jika dilihat dari mata pemakai, mirip dengan huruf M yang menjorok ke arah kaki.

Desain wingtip ini akan memberikan kesan vintage. Namun tetap formal dengan kombinasi karakteristik tali tertutup dari Oxford. Ia pun masih pantas Anda kombinasikan dengan setelan jas dan sport coat. Untuk bawahan, Anda bisa mengenakan celana bahan wol dan katun, atau jeans berwarna gelap untuk event yang lebih kasual.

Plain/Cap-Toe Derby
Untuk menghadiri event resmi yang tidak terlalu formal, plain/cap-toe Derby bisa jadi pilihan. Model sepatu pantofel pria ini sekilas hampir mirip dengan plain/cap-toe Oxford.

Perbedaan utamanya adalah pola tali terbuka yang dimiliki Derby. Seperempat lapisan eyelet-nya justru dijahit di lapisan permukaan atas. Pola tali ini memungkinkan Derby muat dipakai pemilik ukuran kaki yang lebih besar. Namun, akan membuat telapak kaki pemakainya kurang ramping sehingga kesan formal juga berkurang.

Meski demikian, plain/cap-toe Derby masih bisa dipadukan dengan jas. Selain itu, ia juga cocok dipakai dengan jeans dan celana bahan katun atau wol.

Single Monk Strap
Ingin model sepatu pantofel pria yang unik namun tetap profesional? Single Monk Strap ini jawabannya. Single Monk Strap terinspirasi dari alas kaki yang sering dipakai para biarawan. Desainnya sangat simple. Tidak memiliki tali melainkan strap dengan gesper agar tidak mudah lepas.

Meski simple, Monk Strap termasuk model pantofel pria paling modern dibanding yang lainnya. Strap tunggal di dekat pergelangan kaki juga membuat telapak kaki lebih ramping dan cocok untuk gaya smart casual.

Model sepatu pantofel pria ini bisa dikombinasikan dengan setelan jas tanpa dasi. Selain itu, cocok juga dipakai dengan celana bahan katun atau wol, juga jeans berwarna gelap. *** (SS)

SHARE