Melibas Tanjakan dengan Mudah Saat Bersepeda - Male Indonesia
Melibas Tanjakan dengan Mudah Saat Bersepeda
MALE ID | Sport & Hobby

Saat bersepeda, selain jarak tempuh yang jauh, melibas tanjakan curam juga cukup menguras banyak tenaga dan stamina tubuh Anda lebih cepat. Maka tak heran, kalau sebagian besar pesepeda cenderung tidak menyukai trek tanjakan.

Photo: Pexels

Pertanyaannya, bagaimana jika jalur tanjakan adalah satu-satunya trek yang ada tanpa jalur alternatif? Mau tidak mau, Anda harus melibas tanjakan tersebut.

Sebenarnya, Anda bisa menerapkan beberapa strategi supaya kegiatan menggowes sepeda berjalan sangat efisien. Sehingga tidak banyak waktu dan tenaga yang terbuang. Ini cara mudah melibas tanjakan saat bersepeda.

Renggangkan tubuh bagian atas
Ketika Anda menghadapi tanjakan, tubuh Anda akan memerlukan banyak oksigen. Maka dari itu, cara terbaik untuk memungkinkan otot diafragma dada berkembang dan mengempis saat mengambil oksigen sebanyak mungkin adalah melebarkan sedikit kedua siku Anda keluar.

Jika siku Anda terlalu rapat dengan tubuh, otot akan mengetat sehingga membatasi pernapasan, akibatnya Anda lebih cepat mengalami kelelahan.

Gigi sepeda dalam posisi ringan
Posisikan pengaturan rasio gigi sepeda Anda ke paling ringan, yaitu gear terbesar di bagian belakang serta gear terkecil di bagian depan. Dengan cara ini, Anda akan lebih ringan mengayuh sepeda. Namun konsekuensinya, Anda harus mempercepat kayuhan.

Jaga irama kayuhan
Kunci dalam melewati trek tanjakan dengan baik adalah menjaga irama kayuhan pedal di jangkauan yang nyaman. Usahakan kayuhan pedal Anda di atas 70 Rpm.

Selain itu, sebelum menanjak, Anda wajib mengambil ancang-ancang yang baik terlebih dahulu. Sehingga saat mengayuh Anda tidak akan merasa berat di bagian kaki.

Mengatur tempo pernapasan
Mengatur tempo napas juga menjadi hal penting dalam melibas tanjakan saat bersepeda. Tujuannya agar pasokan oksigen pada otot-otot yang sedang bekerja tetap terjaga dengan baik.

Dalam menghasilkan tempo napas yang baik, usahakan bagian pinggul tetap dekat dengan bagian belakang sadel ketika duduk. Hal ini akan menjaga punggung tetap lurus serta memastikan dada dan paru selalu terbuka.

Latihan menarik napas secara dalam juga bisa membantu Anda untuk tetap tenang di bawah tekanan saat menanjak.

Manfaatkan berat badan
Biasanya, pembalap sepeda di event internasional melakukan posisi berdiri sewaktu menghadapi tanjakan yang lumayan tinggi. Mereka memanfaatkan berat badan atau tubuh agar tidak cepat lelah saat melibas tanjakan. [GP]

SHARE