Nomor 9 di Red Devils Hanya Milik Martial - Male Indonesia
Nomor 9 di Red Devils Hanya Milik Martial
MALE ID | Sport & Hobby

Sejak didatangkan oleh Louis van Gaal pada 2015 lalu, Anthony Martial memang langsung diberikan nomor 9. Bahkan, debutnya melawan Liverpool, ia langsung memukau dengan gol yang indah sekaligus nutmeg brilian kepada Martin Skrtel kala itu.

Photo: wikimedia commons

Walau prestasi Manchester United tak begitu bagus, ia mengakhiri musim 2015 dengan 11 gol di Premier League. Catatan menarik untuk Anthony Martial yang baru berusia 19 tahun.

Karena kecintaannya pada nomor 9, Martial sempat akan meluncurkan brand pribadi bernama AM9. Namun, semua berubah ketika Zlatan Ibrahimovic bergabung ke Setan Merah.

Pihak klub memberikan nomor 9 untuk Ibra, sedangkan Martial memakai nomor punggung 11. Itu disambut tak baik oleh penyerang muda. Rumor hengkang pun menguap. Bahkan, beberapa kali ia dimainkan di sisi sayap, alih-alih sebagai penyerang tengah.

Saat Ibrahimovic pergi, keadaan justru kian rumit. United mendatangkan Romelu Lukaku dan ia langsung digaransikan nomor 9 dan diplot sebagai penyerang tengah. Posisi yang begitu diidamkan Martial.

Kini, keduanya sudah meninggalkan klub. Sang pelatih, Ole Gunnar Solskjaer mengumumkan bahwa Martial kembali memakai nomor 9 di musim 2019/2020.

Pembuktian Martial
Dua laga awal bersama Manchester United di musim 2019/2020, Martial dimainkan sebagai penyerang tengah. Ia lantas memberi bukti. Pada laga melawan Chelsea dan Wolverhampton, ia mencetak masing-masing 1 gol. Dan mengantarkannya meraih gol ke-50 bagi Manchester United di seluruh ajang.

Memang layak diberikan nomor punggung 9
Walau memiliki kaki-kaki yang mampu meliuk dan berlari dengan cepat, alih-alih menjadi penyerang sayap, eks pemain AS Monaco ini lebih layak menempati posisi tengah dan menggunakan nomor 9. Apalagi, ia memiliki kecepatan yang bisa dimanfaatkan untuk menekan lini pertahanan lawan.

Kapten Wolverhampton, Conor Coady, juga mengakui betapa sulitnya menghentikan laju Anthony Martial.
“Kami berusaha menghentikan kecepatan Martial. Itu terjadi di gol United, ketika kami lengah, ia (Martial) bisa menyakiti Anda dan tendangan itu adalah tendangan terbaik,” tutur Coady, seperti dilansir dari The Athletic.

“Kami bahkan harus memastikan bahwa kami bertahan sangat dalam, karena Martial punya kecepatan dan itu bisa menyakiti kami sehingga tak lebih disiplin.” [GP]

SHARE