Hamish Daud dan Gaya Hidup Berkelanjutan - Male Indonesia
Hamish Daud dan Gaya Hidup Berkelanjutan
Sopan Sopian | News

Aktor sekaligus presenter Hamish Daud termasuk salah satu selebriti Tanah Air yang peduli terhadap alam. Dia fokus dalam menjaga lautan, terutama di Indonesia. Salah satu pesan yang sering ia gaungkan adalah pesan-pesan bernada gaya hidup berkelanjutan.


Photo: Sopian/Male Indonesia

Ditemui dalam acara Wealth Wisdom 2019, pria yang memiliki sebuah gerakan Indonesia Ocean Pride itu mengatakan bahwa banyak hal sederhana yang bisa dilakukan untuk memulai gaya hidup berkelanjutan.

"Kalau semua mengubah cara hidup dikit saja, berubah sedikit saja, seperti daur ulang plastik, matiin lampu, kalau kita semua mau berubah sedikit, itu akan berdampak drastis (terhadap kehidupan berklenajutan)," kata Hamish Daud.

Perlu diketahui, Gerakan Indonesia Ocean Pride sengaja didirikan oleh mantan kekasih Nadine Chandrawinata itu agar masyarakat Indonesia bisa lebih mencintai lautan. Dia merasa senang, karena gerakannya itu sudah mendapat banyak dukungan.

Menurutnya, Yayasan yang ia dirikan untuk masyarakat balik peduli lagi soal laut. Karena, kata dia, Indonesia kan negara maritim, negara laut tapi banyak orang lupa. "Kita kampanyekan banyak isu, mulai dari soal penyakit, microplastic, dan lain-lain sampai bagi-bagi merchandise sedotan besi. Ini kita juga baru bermitra kolaborasi dengan yayasan luar negeri juga,” kata Hamish.

Kecintaan Hamish terhadap laut, sudah sejak dirinya masih kecil. Sebab, mendiang ayahnya kerap mengajak dia untuk bepergian ke berbagai tempat.

“Dari tahun 1972, dia (ayah), sudah ke tempat-tempat yang enggak ada di peta. Dia pelajari peta Belanda. Saya dari umur 3 tahun sudah diajak. Dari barat ke timur untuk cari kapal tenggelam, tempat surfing baru, ya memang mereka gila eksplor,” cerita Hamish.

Raisa Lebih Keras Soal Hidup Berkelanjutan
Ia juga menyampaikan bagaimana sang istri, Raisa, memiliki kepedulian yang tinggi mengenai isu-isu menjaga lingkungan. "Yang lebih keras, sih, istriku," tambahnya.

Raisa, kata Hamish, cukup bawel untuk urusan 'hidup berkelanjutan' seperti mengurangi penggunaan plastik dan mengurangi penggunaan sedotan. “Sebisa mungkin no plastic di rumah, terus kami juga sudah tidak pakai sedotan plastik. Selain itu belanja juga pakai tote bag jaring-jaring,” tutur pria asal Australia itu.

Di lain sisi, Hamish juga sadar bahwa plastik bukan penyebab masalah utamanya, melainkan cara salah dalam mengolah sampah plastiklah yang harus dicari solusi.

"Masalahnya bukan plastik, atau apaupun. Masalahnya pengolahan (sampah plastik). Kita membutuhkan bantuan," tutup Hamish. *** (SS)

SHARE