OS Android Anyar tidak Lagi Gunakan Nama Makanan - Male Indonesia
OS Android Anyar tidak Lagi Gunakan Nama Makanan
Sopan Sopian | Digital Life

Google akhirnya menetapkan nama untuk sistem operasi Android terbaru, yaitu Android 10. Penetapan nama ini sekaligus mengubah kebiasaan Google yang selama 10 tahun ke belakang selalu memberi nama Android dengan nama makanan penutup.

Photo: maxpixel.net

Seperti diketahui, hingga sekarang, Android selalu memakai nama makanan penutup dan diatur urut berdasarkan abjad. Mulai dari Android, Cupcake, Donut, Eclair, Froyo, Gingerbread, Honeycomb, Ice Cream Sandwich, Jellybean, KitKat, Lollipop, Marhsmallow, Nougat, Oreo, dan Pie

Melihat nama baru ini, cukup mengejutkan, pasalnya nama sistem operasi terbaru Android yang diprediksi akan mengambil nama makanan penutup (dessert) seperti pendahulunya, resmi ditinggalkan. 

Keputusan untuk mengganti nama ini tidak lepas dari umpan balik para pengguna. Menurut VP of Product Management Android, Sameer Samat, pemakaian nama dessert untuk Android ternyata tidak selalu dimengerti oleh masyarakat global.

Dia mencontohkan, di beberapa bahasa, pengucapan L dan R yang tidak jauh berbeda ternyata membuat pengguna cukup sulit membedakan versi Android. Samat menuturkan, tidak jarang saat nama Android Lollipop diucapkan, cukup banyak orang yang tidak mengetahuinya sebagai penerus KitKat.

Photo: Roma1994/wikipedia

"Lebih sulit lagi bagi pengguna Android baru, yang tidak mengetahui pola penamaan ini. Jadi, mereka sulit mengetahui apakah smartphone-nya menjalankan sistem terbaru," kata Samat seperti mengutip The Verge.

Selain menggunakan nama baru, Google juga menampilkan logo Android yang terlihat lebih modern. Robot Android yang semula berwarna hijau kini hanya tampak bagian kepalanya saja. Sementara tulisan Android yang awalnya berwarna hijau kini berubah menjadi hitam dengan dalih agar lebih mudah dilihat.

Kemudian, terkait nama-nama makanan dalam versi lamanya, menurut informasi yang dilansir Android Authority, alasan Google memilih nama makanan untuk sistem operasinya semata-mata karena ketidaksengajaan.

Dijelaskan juru bicara Google, Randall Sarafa, konsep sistem operasi Android dengan nama camilan tercetus secara tidak sengaja dari tim kreatif internal Google. "Ini terjadi tidak sengaja, pokoknya kami tiba-tiba saja spontan mencetuskan nama camilan. Jadi, setiap sistem operasi dirilis kami selalu mencari nama camilan secara alfabetis," kata Sarafa. *** (SS)

SHARE