Waduh, Sering Chat Malah Bisa Merusak Hubungan - Male Indonesia
Waduh, Sering Chat Malah Bisa Merusak Hubungan
MALE ID | Relationships

Seiring dengan majunya teknologi komunikasi, maka Anda semakin mudah mengirim pesan ke pasangan. Entah berupa pesan teks, foto, maupun video call. Kendati demikian, studi terbaru menyebutkan bahwa keseringan berkirim pesan bukan hal baik, karena itu justru bikin hubungan tidak produktif.


Photo by Thom Holmes on Unsplash

Erica Gordon, seorang pakar kencan dari asal Kanada mengatakan, mengirim pesan begitu banyak dan intens tidaklah ideal dalam suatu hubungan. Walaupun godaan untuk terus berkomunikasi dengan pasangan bisa menjadi sangat kuat, terutama pada hubungan yang baru.

“Sayang sekali, sangat umum melihat orang mengirim pesan sepanjang hari untuk pasangan. Saya mengatakan ‘sayangnya’, karena itu bukan kebiasaan yang sehat,” tutur Gordon, sebagaimana dilansir dari Elite Daily.

Ditambahkan olehnya, berkirim pesan sepanjang hari bikin seseorang jadi kurang mandiri dan produktif di kehidupan sehari-hari.

“Berkirim pesan sepanjang hari bisa menjadi pertanda bahwa ada ketergantungan. Bayangkan apa yang terjadi pada orang-orang setelah putus dengan seseorang yang mereka kirimi pesan setiap harinya. Tiba-tiba, dunia bisa terasa begitu kosong dan sepi,” ucap dia.

Hal ini dapat menyebabkan perasaan sedih dan kesepian yang ekstrem bila si dia tidak membalas pesan Anda. Padahal, sebelumnya Anda baik-baik saja dan tak seperti itu.

Frekuensi mengirim pesan
Bagi Anda yang tidak bertemu pasangan setiap hari, menurut Gordon, mengirim pesan sebanyak empat kali dalam satu minggu itu sehat. Namun idealnya setiap hari.

“Senang rasanya bangun mendapatkan pesan ‘selamat pagi’, dan juga menyenangkan jika pasangan Anda mengirimi pesan untuk mengucapkan ‘selamat malam’ sebelum tidur,” katanya.

Bila pasangan Anda termasuk orang yang sering menanyakan kabar atau keberadaan Anda setiap hari, komunikasikan padanya. Anda dapat menjelaskan merasa kurang produktif karena terus-terus memegang ponsel dan mengirim pesan.

Atau, Anda bisa mengatakan bahwa Anda ingin mengejar ketertinggalan yang ada selama sibuk berkirim pesan satu sama lain.

Meskipun terbilang sulit, apalagi jika Anda menikmatinya, itu bisa menguntungkan hubungan. Karena pada akhirnya, seberapa banyak Anda dan pasangan mengirim pesan, memiliki ruang pribadi dan mengurangi komunikasi mampu membuat si dia merindukan Anda. Begitu pula sebaliknya. [GP]

SHARE