Viral Video, Bayi Ajaib di Dunia Maya - Male Indonesia
Viral Video, Bayi Ajaib di Dunia Maya
maleindonesia | Digital Life

viral video youtube AngryJulieMonday/wikipedia

Ingat video klip Gangnam Style oleh PSY? Video yang diunggah ke Youtube pada tahun 2012 itu kini sudah mencapai lebih dari 2 milyar pemirsa, menjadi rekor terbanyak di situs layanan video itu. Video ini dianggap sebagai salah satu yang menjadi acuan mulai diperhitungkannya efek viral dari konten social media, utamanya dalam bentuk audiovisual yang lebih dikenal dengan anma viral video.

Tak pelak, hampir di semua belahan dunia kini sedang tergila-gila berkreatifitas membuat materi video yang berpotensi tersebar bagaikan virus yang terus bertelur. Adapun secara definitif viral video adalah setiap klip animasi atau film yang menyebar dengan cepat secara online melalui sharing internet, biasanya melalui situs berbagi video, media sosial dan email.

Beberapa konten video dengan potensi “go viral”.

Tingkat kreatifitas menjadi tuntutan mutlak di era digital ini. Efek viral yang sejatinya dimulai dari kelahiran social media, kini membuat para pelaku industri kreatif seperti menemukan “bayi” baru. Konten-konten social media, baik yang diolah secara amatiran maupun profesional, termasuk di bidang komersil, selalu digali segi kreatifitasnya hingga mempunyai potensi menjadi sharable content. Dan tentu saja materi berupa video, dengan makin agresifnya perkembangan teknologi informasi, menjadi trend terdepan.

Kini, para pembuat strategi pemasaranpun mulai bergerak menjadikan viral video sebagai senjata utama untuk mencapai target yang dituju. Dukungan social media engine yang semakin support untuk konten video tak bisa lagi dianggap sebagai faktor sekunder. Lalu, seperti apa materi video yang berpotensi kuat menghasilkan efek viral?

1. Timbulkan Emosi
Video yang akan diproduksi harus memperhitungkan bagaimana menimbulkan semacam emosi, dari situlah dimulainya kemungkinan akan terjadinya efek viral.

Misalkan video yang mengandung kelucuan berhasil membuat orang yang melihatnya tertawa terbahak-bahak, di era social media ini orang itu akan berhasrat untuk membaginya kepada teman-temannya untuk ikut menikmati kelucuan video tersebut. Begitu juga dengan muatan yang mengandung decak kagum seperti efek-efek film, atau juga yang mengharukan.

2. Hindari Kesan Hard Sell
Jika ingin menampilkan merk atau brand, jangan terlalu terlihat berpromosi. Buatlah audiens berhasrat menonton video Anda dengan memberikan lebih banyak sisi hiburan agar tidak terkesan memaksakan kegiatan hard selling, dan buatlah mereka menikmatinya.

3. Jadikan Efek Viral Berada dalam Rencana.
Masukkan efek viral sebagai bagian dari rencana pemasaran. Jangan mengambil resiko bahwa video yang diproduksi berhasil ‘go viral’ hanya karena keberuntungan. Semua sebaiknya sudah dalam rencana sebelum diproduksi. Akan lebih sulit menekan penyebaran konten yang sudah lebih dahulu diproduksi tanpa memikirkan bagaimana menghasilkan efek viral. ** MALE (convinceandconvert.com, techopedia.com, wikipedia)

SHARE