Ready or Not, Permainan Berdarah Tradisi Keluarga - Male Indonesia
REVIEW FILM
Ready or Not, Permainan Berdarah Tradisi Keluarga
MALE ID | Review

Film Ready or Not merupakan film horor yang mencampurkan unsur komedi dan percintaan. Uniknya, film ini bukan sekadar film horor yang di dalamnya bermunculan hantu. Tapi pada kengerian yang brutal dan gila.

Film Ready or Not sendiri diangkat oleh dua stradara Matt Bettinelli-Olpin & Tyler Gillett yang sebelumnya juga pernah bekerja sama pada 3 proyek film horror-thriller yaitu Southbound, Devil’s Due, dan V/H/S.

Kemudian dalam jajaran cast sendiri ada nama-nama seperti Samara Weaving, Adam Brody, Mark O'Brien, Henry Czerny, dan Kristian Bruun.

Ringkasan
Ready or Not dibuka dengan kebahagiaan sepasang kekasih yang siap menikah, Alex Le Domas (Marc O’Brien) dengan Grace (Samara Weaving). Alex sendiri berasal dari keluarga kaya, sedangkan Grace terbilang wanita yang tumbuh dari keluarga asuh.

Dari perbedaan kasta itu, Grace merasa keluarga Alex tidak menyukainya. Ditambah lagi, Grace memiliki pemikiran bahwa orang kaya itu memang "gila". Kemudian, seperti pada penganting umumnya, ketika resepsi pernikahan selesai, bumbu cinta dalam kamar adalah hal yang paling ditunggu.

Akan tetapi, sayangnya itu tidak terjadi dalam keluarga Alex. Grace sebagai menantu harus mengikuti tradisi sebagai penerimaan keluarga baru. Tradisi ini adalah sebuah permainan yang sudah terjadi turun menurun.

Permainan ini dimulai sejak pukul 12 malam hingga menjelang pagi. Awalnya Grace mengira hanya sebatas permainan kartu, dan dia pun begitu antusias. Tapi, justru permainan ini ditentukan oleh pemilihan kartu yang dibuka oleh Grace.

Melalui upacara keluarga di sebuah ruang keluarga, Grace diminta untuk membuka kartu dan itulah permainan yang akan dimainkan. Malam itu, Grace mendapatkan permainan “Hide and Seek” atau Petak Umpet.

Sayangnya, permaianan Petak Umpet ini, bukan sekadar permainan petak umpet biasa. Justru yang ditemui Grace adalah kengerian, kegilaan, dan brutal. Kegilaan ini harus dibayar dengan darah. Sehingga Grace bukan hanya bersembunyi, tetapi juga bagaimana ia menyelamatkan nyawanya sendiri.

Highlight
Secara keseluruhan, Ready or Not bukanlah sebuah film horor yang penuh dengan jumpscare, melainkan film thriller dengan adegan sadis yang dibalut komedi. Uniknya, film ini membalutnya dengan sebuah permainan anak-anak yang justru mengerikan.

Meski memiliki unsur komedi, tetapi kesan menegangkan dan misterius tetap terasa kuat di film ini. Penonton dibuat menahan napas ketika permainan dimulai. Suasana tegang juga membalut. Apalagi ketika Grace berusaha menyelinap dari pencarian keluarga kaya yang 'gila'. 

Banyaknya adegan banjir darah atau gore juga membuat film ini cukup mengundang rasa ngilu di beberapa adegannya. Selain itu, meski ada adegan kematian, kematian di film ini bukanlah hal yang terasa mengerikan.

Justru beberapa adegan pembunuhan yang diperlihatkan malah membuat penonton tertawa. Menjadikan film ini layaknya sebuah wahana roller coaster. 

Pujian patut disematkan pada Samara Weaving yang berhasil memerankan karakter Grace dengan sangat apik. Jika dalam film The Babysitter ia menjadi pemburu, maka di film ini justru ialah yang menjadi target buruan.

Satu hal yang juga patut dipuji adalah suara dan lagu-lagu yang ada di dalam film Ready or Not. Lagu berjudul “Hide and Seek” ini muncul waktu permainan dimulai. Dan itu bikin bulu kuduk berdiri. Lalu pertanyaannya, apakah Grace selamat dari perburuan Petak Umpet itu? Rasanya curang jika harus dijawab di sini, Anda perlu menontonnya. *** (SS)

SHARE