6 Cara Cerdas Mengelola Startup Dengan Benar - Male Indonesia
6 Cara Cerdas Mengelola Startup Dengan Benar
Sopan Sopian | Works

Jika Anda adalah pemilik dari sebuah startup, maka Anda tahu ada semua jenis pekerjaan yang perlu dilakukan. Dari mengelola proyek, harapan klien, dan karyawan hingga menangani masalah keuangan, email, dan mengatasi masalah, tidak ada habisnya daftar tugas Anda. 

Photo by rawpixel.com from Pexels

Setiap hari, ribuan orang memulai perusahaan baru, dan ribuan lainnya memikirkan ide-ide baru untuk memulai. Pasar dipenuhi dengan startup, semuanya menjadi penting bahwa masing-masing pemilik bisnis tersebut tidak hanya membedakan produk atau layanan mereka, tetapi juga mengimbangi tugas sehari-hari mereka.

Menurut laman Techrepublic, startup harus lebih efisien jika mereka memiliki harapan untuk tumbuh, dan untuk mengatasinya diperlukan enam item yang dapat ditindaklanjuti. 

1. Tetapkan Standar Manajemen Proyek
Cara terbaik untuk menumbuhkan startup Anda adalah dengan mengadopsi standar manajemen proyek yang telah mapan.Di mana memastikan bahwa semua proyek mengikuti praktik terbaik yang telah terbukti membantu mengidentifikasi dan memenuhi persyaratan bisnis, mengurangi pemborosan, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan meningkatkan peluang untuk mencapai tujuan. 

2. Tetapkan Harapan Klien yang Realistis
Setiap perusahaan harus mengutamakan klien mereka. Bisnis Anda berfungsi karena ada klien yang membeli produk atau layanan Anda. Jika Anda tidak merawat klien Anda, mereka hanya akan memilih perusahaan lain untuk membeli. 

Untuk mengelola harapan klien, penting untuk sepenuhnya memahami kebutuhan mereka, memiliki komunikasi yang efektif dan sering, dan menetapkan harapan yang realistis tentang bagaimana Anda akan memenuhi kebutuhan tersebut.

3. Buat Dokumentasi Proses
Tidak cukup hanya dengan mengembangkan proses bisnis internal yang efektif, memiliki dokumentasi tertulis untuk memberikan semua karyawan standar yang harus mereka ikuti, menghilangkan ketidakkonsistenan, dan mengurangi kesalahan dan kebingungan. 

Ketika dokumentasi proses tersedia, terutama untuk karyawan baru, itu menciptakan efisiensi dan mengurangi kebutuhan untuk pelatihan yang berlebihan dan pelatihan ulang. Dokumentasi proses juga membantu untuk menetapkan harapan, tidak hanya tentang bagaimana menyelesaikan tugas. 

4. Dapatkan Alat Berbasis Web yang Tepat
Setiap perusahaan membutuhkan alat untuk pertumbuhan yang efektif. Tidak bijaksana dan tidak realistis untuk berpikir bahwa startup dapat tumbuh tanpa alat yang relevan dan terjangkau untuk mengelola pekerjaan sehari-hari. Jika perusahaan Anda tidak memiliki anggaran untuk alat yang mahal, cari opsi berbasis web gratis yang dapat ditingkatkan hingga bisnis Anda mampu membeli alat lain. 

Ada banyak kolaborasi kerja, komunikasi, manajemen proyek, kreativitas, dan alat produktivitas yang tersedia secara online yang dapat membantu startup Anda tumbuh, beberapa di antaranya adalah open source dan alat berbasis web berbayar lainnya. 

5. Identifikasi Peluang untuk Belajar dari Kemunduran
Memiliki kemunduran dalam startup adalah hal biasa karena hampir setiap pengalaman adalah hal baru di beberapa titik. Berita baiknya adalah ini juga berarti setiap pengalaman memberikan kesempatan untuk belajar dari kesalahan yang dibuat. 

Kunci untuk belajar pertama-tama adalah menerima bahwa kesalahan akan terjadi, kemudian membangun budaya yang mendorong pembelajaran untuk bertumbuh. Penting untuk mendokumentasikan kesalahan dan melibatkan orang-orang yang relevan untuk mengidentifikasi solusi terbaik ke depan. 

6. Tetap Berpikiran Terbuka Terhadap Ide baru dan Perubahan
Memiliki satu ide dan menolak untuk melihat sisi buruknya bisa menjadi sikap berbahaya untuk diambil. Jika Anda memiliki ide baru, tanyakan pendapat tim Anda atau rekan kerja yang tepercaya untuk membantu Anda membuat keputusan terbaik. 

Startup biasanya memiliki banyak tugas, tetapi sumber daya terbatas untuk menyelesaikan setiap tugas. Anda dapat meningkatkan manajemen tugas dengan memastikan bahwa startup Anda memahami pelanggannya, belajar dari kemunduran, memiliki alat yang tepat dan proses yang terdokumentasi, dan tetap berpikiran terbuka tentang peluang dan perubahan potensial. *** (SS)

SHARE