Ini Dia Penggiat Capoeira Pertama di Tanah Air - Male Indonesia
Komunitas
Ini Dia Penggiat Capoeira Pertama di Tanah Air
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Sebagai sebuah ilmu bela diri, capoeira menyuguhkan ‘tarian’ yang indah sekaligus mematikan diiringi oleh alunan musik. Itulah yang membuatnya berbeda dari bela diri lain.


Photo: Viva Brasil Capoeira Indonesia

Di tanah air, terdapat satu wadah bagi mereka untuk berkumpul serta menekuni capoeira. Komunitas tersebut bernama Viva Brasil Capoeira Indonesia.

“Viva Brasil Capoeira Indonesia berdiri sejak tahun 2003. Bisa dibilang, kita pelopor dari capoeira Indonesia secara resmi. Tadinya saya mau belajar capoeira di sini, tapi belum ada,” kata Andrew Stevens Wilson, pendiri Viva Brasil Capoeira Indonesia.

“Saya sudah level pengajar, terus saya pikir kenapa tidak saya buka perguruan capoeira yang berafiliasi dengan Brasil. Terbentuklah perguruan ini.”

Ia menyebut, ketika dirinya mendirikan Viva Brasil Capoeira Indonesia, mayoritas orang sudah mengetahui seni bela diri ini. “Tapi yang orang belum tahu itu latihannya, dan anggota komunitas capoeira latihannya otodidak,” tutur dia.

Sebelumnya, Andrew cukup lama tinggal di luar negeri. Enam tahun di Amerika Serikat, dua tahun di Brasil, dan sisanya di negara-negara seperti Israel dan Australia.

“Di Indonesia belum benar-benar ada master capoeira yang punya struktur. Itu juga alasan saya membuka Viva Brasil Capoeira Indonesia.”

“Banyak orang di Indonesia masih menganggap capoeira sebatas breakdance, padahal itu adalah seni bela diri. Tantangan saya waktu itu, menyelami kebudayaan Indonesia di mana harus melewati basa-basi lebih dulu. Apalagi bahasa Indonesia saya belum lancar seperti sekarang,” ujar Andrew.


Photo: Viva Brasil Capoeira Indonesia

Ditambahkan oleh Andrew, capoeira tergolong sebagai ilmu bela diri yang serius tapi santai. “Secara visual, orang lihatnya enak. Ditambah iringan musik.”

Jumlah anggota di Viva Brasil Capoeira Indonesia mencapai 78 orang, yang seluruhnya berada di Jakarta. “Di luar kota, kami bikin workshop. Seperti di Kalimantan, Papua, Bali, Yogyakarta, Sulawesi, dan sebagainya.”

Selama ini, orang menganggap bahwa capoeira berkembang dari dalam jeruji besi. Itu dapat dilihat dari sejumlah film yang mengangkat tema seputar seni bela diri asal Brasil tersebut. Dan, Andrew juga membenarkannya.

“Betul. Capoeira tercipta dari dalam penjara. Para tahanan menyamarkannya sebagai tarian. Itulah benang merahnya mengapa capoeira lahir. Tidak ada perbudakan, tidak ada capoeira. Simpel,” ucapnya.

Menurutnya, capoeira sangat istimewa dibandingkan seni bela diri lain. Perbedaan dari segi visual, gerakan, serta irama musik menjadi alasan utama.

“Secara fitnes, bela diri ini hybrid. Baik itu low impact sampai high impact, gerakannya simultaneous. Keunggulan lainnya, atribut fisik mereka yang menekuni capoeira bisa dibilang paling sempurna. Kalau Anda bisa capoeira, mau ikut seni bela diri apa pun fisik Anda mendukung sampai 70 %,” kata Andrew.

Viva Brasil Capoeira Indonesia mengadakan latihan rutin setiap hari Minggu di Cilandak Town Square (pukul 13.30) dan Odesius Fitness Apartemen Sahid (16.30), serta beberapa kawasan lain di ibukota.

Menariknya, tidak ada syarat khusus bagi setiap orang untuk bergabung ke dalam Viva Brasil Capoeira Indonesia. “Bawa diri aja. Enjoy. Cukup registrasi, dan mendapat seragam.”


Photo: Viva Brasil Capoeira Indonesia

Namun ia menekankan, bela diri capoeira tidak bisa dipelajari setengah-setengah. Paling tidak, 3-4 bulan secara rutin. “Format kita terdiri dari technical, tempo, simulation fighting, play fighting, belajar musik dan culture Brasil. Dan itu prosesnya bukan cuma dalam satu kelas. Banyak dari kita menguasai semuanya dalam waktu delapan bulan sampai satu tahun. Tergantung niat.”

“Kendala utamanya, menjadi pembina atau instruktur di capoeira tidak gampang. Standar seorang instruktur capoeira adalah punya pengalaman minimal delapan tahun, serta 10 bulan menetap di Brasil. Itu yang membuat capoeira butuh waktu lama agar tetap eksis di Indonesia,” ucap Andrew.

“Saat Anda sudah menjadi seorang profesional capoeira, and you open an independent brands, you know how to deal with that. You know the language, how to play and create the percussion. Ada certain cases yang Anda harus tahu. That’s what I called pro, ucapnya lagi.

Dituturkan olehnya, di Indonesia sendiri baru segelintir orang yang sudah berada di taraf pro capoeira. “Sekitar 18-20 orang. Kalau di luar negeri banyak.”


Photo: Viva Brasil Capoeira Indonesia

Kegiatan yang sudah dilakukan oleh komunitas ini yaitu event rutin tahunan. “Kalau murid-murid saya siap, saya bawa master capoeira dari Brasil ke sini untuk kenaikan tingkat. Lebih seringnya workshop, bisa 3-4 bulan sekali.”

Andrew berharap, agar capoeira bisa semakin dikenal oleh masyarakat. “Mudah-mudahan bela diri ini terus maju dan berkembang. Tantangan yang ada di depan harus dihadapi,” tuturnya.

Bagi Andrew, capoeira juga mengajarkan filosofi hidup. Di mana ia memperolehnya dari gurunya di Brasil. “Dua prinsip hidup dia yang saya pegang sampai sekarang. Pertama, jangan pernah komentar tentang apa pun, kecuali Anda terjun di bidang itu. Kedua, alam semesta tercipta dengan frekuensi.” [GP]

SHARE