Tiga Kebiasaan Kerja Jarak Jauh yang Buruk - Male Indonesia
Tiga Kebiasaan Kerja Jarak Jauh yang Buruk
MALE ID | Works

Saat ini, pekerjaan jarak jauh adalah pekerjaan yang umum dilakukan. Lebih banyak perusahaan memungkinkan karyawan mereka untuk bekerja dari rumah daripada sebelumnya.


Photo by Pixabay from Pexels

Menurut sebuah survei Gallup, 43 persen karyawan Amerika memiliki kesempatan untuk bekerja jarak jauh pada 2016, dibandingkan dengan 39 persen pada 2012. Jumlah ini diperkirakan akan bertambah.

Bekerja dari rumah membutuhkan rasa hormat di kedua ujungnya. Manajer yang fleksibel harus dapat memercayai karyawannya untuk bekerja keras, dan para pekerja harus membuat diri mereka bertanggung jawab untuk melakukannya. Namun, kebebasan ini dapat menyebabkan beberapa pekerja mengembangkan perilaku buruk.

Tidak Membangun Budaya
Sebuah budaya perusahaan yang kuat sangat penting bagi semua usaha. Namun, ketika karyawan mendapat kesempatan untuk bekerja dari rumah, mereka sering mengabaikan konsep ini.

"Setiap perusahaan ingin dan perlu menciptakan suasana yang mengirimkan pesan tentang lingkungan kerja yang luar biasa, dan banyak profesional SDM bekerja sangat keras dalam membangunnya," kata Traveil dalam laman Businessnewsdaily. 

"Namun, upaya ini cenderung hilang pada karyawan yang bekerja dari jarak jauh. Pekerja virtual kadang-kadang kehilangan komunitas yang sebagian besar karyawan rasakan dengan datang ke kantor secara teratur," tambahnya.

Selain itu, ketika orang tidak ditempatkan bersama, mereka sering kehilangan kecepatan, penyesuaian dan inovasi, terutama ketika mereka mengerjakan proyek kelompok. "Interaksi terbatas dengan karyawan lain dapat membuat jarak antara rekan satu tim dan timeline," kata Traveil.

Makan Menjadi Gangguan
Ketika Anda bekerja di lingkungan yang sama di mana Anda bersantai, tidur atau menghabiskan waktu luang Anda, Anda mungkin akan berjuang untuk tetap termotivasi dan fokus.

Traveil menyatakan bahwa dengan sedikit atau tanpa pengawasan, mudah untuk dialihkan. "Karyawan virtual juga lebih rentan terhadap berbagai gangguan seperti anak-anak, hewan peliharaan, TV dan masalah kehidupan rumah tangga lainnya," katanya.

Meremehkan Komunikasi Tatap Muka
Meskipun Anda dapat berkomunikasi dengan pekerja lain tanpa berada di kantor, berkomunikasi secara pribadi tetap penting. Masalah terbesar dengan kerja jarak jauh adalah kurangnya komunikasi tatap muka. 

Ketika Anda berbicara dengan seseorang melalui layar atau panggilan, Anda sering kehilangan kesempatan untuk terhubung dengan mereka di tingkat yang lebih pribadi. Ini memengaruhi kinerja dan hubungan seluruh perusahaan. *** (SS)

SHARE