Jeli Berbisnis di Era Digital - Male Indonesia
Jeli Berbisnis di Era Digital
MALE ID | Digital Life

jisc.ac.uk jisc.ac.uk

Bisa dikatakan semua produk digital kini terdistribusi dan tersedia melalui jaringan internet, era digital sedang kita nikmati. Musik, film/video, software, buku, majalah, radio semua dapat dinikmati lewat saluran internet. Bahkan aktifitas offline-pun kini juga dipermudah dengan keberadaan internet, seperti, belanja, pemesanan tiket perjalanan, survey lokasi travelling dll.

Era digital seperti saat ini juga telah merubah banyak segi kehidupan masyarakat, tak terkecuali segi bisnis. Lalu, apa yang harus diperhatikan dalam merancang business model yang dapat mengikuti derasnya arus digital? Prof. Josep Valor, profesor teknologi informasi di IESE Business School yang berpusat di Spanyol mengungkapkan:

1. Menemukan model bisnis yang berkelanjutan
Evolusi teknologi dapat membuat model bisnis usang, dan menyadari tren baru mungkin tidak cukup untuk mengubah cara di mana perusahaan beroperasi. Perlu dipikirkan bahwa bisnis yang dijalani mempunyai daya tahan mengikuti perubahan-perubahan yang cepat.

2. Pastikan terdapat nilai bisnis di dalamnya
Ini penting untuk mendapatkan nilai dalam ekosistem yang tepat. Produk atau jasa dibuat bukan untuk sekedar eksitensi belaka tanpa menghasilkan nilai keuntungan bisnis.

3. Melihat peluang diluar saluran komunikasi standard
Di era digital tercipta banyak jenis saluran komunikasi. News website, webblog, video streaming, mailling list, digital publishing hingga social media. Di dalamnya terdapat hal-hal baru yang menciptakan peluang-peluang bisnis baru pula.

4. Menyampur atau menggabungkan bisnis model
Beberapa cara berbisnis dapat dicampurkan. Faktor teknologi yang berkembang tetap harus disatukan dengan faktor-faktor kunci dari karakter bisnis yang dijalankan. Seberapapun canggihnya teknologi digital yang dijalankan, jika pengetahuan dasar tentang bisnis yang dijalankan tidak dipahami, justru akan membuahkan kegagalan.

5. Selalu perhatikan "End User"
Jeli terhadap keinginan konsumen adalah kuncinya. Selalu berikan nilai lebih kepada mereka. Sajikan keuntungan-keuntungan baru dari produk maupun jasa yang dihasilkan. Konsumen tidak akan setia terhadap produk jika tidak ada nilai lebih baru yang dapat mereka manfaatkan.

6. Hubungan yang permanen
Publik selalu terhubung dan memiliki akses cepat ke produk dan layanan yang disediakan perusahaan, termasuk pesaing bisnis. Ini juga berarti bahwa, dengan beberapa batasan, kita dapat selalu mengetahui di mana mereka berada. Hal ini mempermudah koordinasikan pasokan dan permintaan dengan cara yang tak terduga.

7. Pengelolaan "Big Data"
Dengan mengelola "big data" secara efisien akan membuka kemungkinan memprediksi perilaku orang dan berman-faat untuk pengembangan model bisnis baru, karena perusahaan mampu mengetahui dan memprediksi kebiasaan serta preferensi pasar berkat analisis lengkap perilaku digital. ** MALE (iese.edu)

SHARE